Cara Memulai Usaha Budidaya Kroto Rumahan yang Menjanjikan


Usaha budidaya kroto merupakan salah satu bisnis rumahan yang cukup menjanjikan dan patut untuk dicoba. Larva dan pupa semut rangrang ini memang permintaanya cukup tinggi, tidak hanya sebagai pakan burung berkicau saja tetapi seiring berkembangnya penelitian dan budaya ternyata kroto juga dapat dikonsumsi manusia sebagai makanan tambahan, obat dan bahan kosmetik. Hal ini kemudian membuat banyak orang tertarik untuk memulai usaha budidaya kroto dan mempelajari cara beternak kroto rumahan.

Cara Memulai Usaha Budidaya Kroto Rumahan yang Menjanjikan

Kroto merupakan fase telur semut rangrang yang digemari oleh burung kicauan dan ikan sebagai pakan alami. Telur semut yang kaya nutrisi ini dapat membuat kicauan burung lebih merdu dan bulu burung lebih mengkilap. Selain burung, ikan juga sangat gemar pakan alami ini sehingga kroto seringkali digunakan sebagai umpan pancing.

Kroto menjadi komoditas ternak potensial sudah sejak lama dan semakin meningkat kebutuhannya belakangan seiring boomingnya hobi burung kicauan dan mancing mania. Oleh karena manfaat kroto yang tidak dimiliki pakan lainnya sehingga jenis pakan ini semakin diburu. Sekarang ini, ketersediaan kroto di alam semakin menyusut dan sulit didapatkan sehingga kroto yang dijual dipasaran merupakan hasil budidaya.

1. Persiapan Memulai Usaha Budidaya Kroto

Bagi anda yang ingin memulai usaha budidaya kroto rumahan ada beberapa hal yang perlu di persiapkan yakni sebagai berikut:

  • Memiliki lokasi yang ideal
    Pilihlah tempat yang ideal untuk berternak kroto misalnya jauh dari keramaian agar semut nyaman membuat sarang. Suhu ideal yang diinginkan semut rangrang untuk berkembang biak berkisar 26-34 derajat celcius dengan kelembapan 62-92 derajat celcius.
  • Menyiapkan Bangunan yang Ideal
    Bangunan yang ideal digunakan sebagai tempat budidaya semut rangrang sebaiknya berada ditempat yang teduh atau tidak terkena sinar matahari secara langsung. Hindari juga masuknya sinar matahari secara langsung ke dalam bangunan budidaya baik melalui atap ataupun pintu karena semut rangrang menyukai tempat yang cenderung redup untuk berkembang biak. Pastikan juga sirkulasi udara dalam bangunan baik. Tinggi bangunan sebaiknya minimal 4 meter agar tidak panas dan sirkulasi udara baik. Bahan yang dapat digunakan bisa berupa bambu, anyaman atau terpal serta menggunakan atap yang tidak menyerap panas semisal asbes, genteng atau rumbai.Hindari menggunakan atap seng.
  • Membuat Rak Untuk Budidaya Semut rangrang
    Fungsi rak budidaya sebagai tempat meletakkan toples atau paralon. Contoh ukurannya panjang 2 m, lebar 0,5 m dan tinggi 1,5 m. Rak bisa dibuat bertingkat 4-5 tingkat dengan jarak antar rak 40 cm. Jarak kaki antar rak 35 cm.
  • Menyiapkan Tempat Semut Bersarang
    Menyiapkan toples atau piva PC (1,5-2 inci) untuk tempat semut bersarang dan menghasilkan kroto.
  • Menyiapkan Wadah Pakan
    Menyiapkan wadah tempat pakan semut rangrang baik pakan padat maupun cair.
  • Menyiapkan Sarung tangan dan Sepatu Bot
    Sarung tangan karet dan sepatu bot untuk memudahkan operasional pemeliharaan dan panen serta menghindari gigitan semut. Peralatan lain berupa tepung kanji yang diperlukan pada saat proses panen kroto.
  • Mencari Bibit Berkualitas
    Anda bisa mencari bibit semut rangrang berkualitas yang dapat dibeli di pembibit semut rangrang berpengalaman. Jumlah toples semut rangrang yang diperlukan disesuaikan dengan luasan budidaya serta banyaknya rak yang digunakan.

2. Teknik Budidaya Kroto Semut Rangrang

Berikut teknik budidaya kroto semut rangrang yang bisa anda coba jika ingin membuka usaha budidaya kroto rumahan:

  • Susun toples berisi semut rangrang pada rak kayu yang sudah disediakan.
  • Sediakan pakan secara teratur dengan jumlah yang mencukupi sebagai sumber protein. Pakan yang biasa digunakan untuk semut rangrang antara lain ulat hongkong dan jangkrik. Pakan jangkrik sebelum diberikan terlebih dahulu dipatahkan kedua kaki depannya agar tidak dapat kabur dari wadah pakan.
  • Sediakan juga pakan cair berupa larutan air gula sebagai sumber karbohidrat. Misalnya dengan melarutkan 1 sdm gula pasir dengan 200 ml air.
  • Pemeliharaan harian budidaya semut rangrang meliputi pemberian pakan padat dan cair secara teratur, pembersihan wadah air dibagian bawah rak budidaya. Kotoran dan semut yang mati harus dibersihkan secara teratur untuk menghindari semut kabur dengan memanfaatkan kotoran yang banyak sebagai jembatan.
  • Penambahan air di kolam atau ember di kaki rak rutin dilakukan agar tidak kering
  • Pembersihan tempat pakan dan minuman dilakukan secara rutin.
  • Mengecek suhu dikisaran 26-34 derajat celcius. Penyemprotan sedikit air dilakukan bila suhu diatas 34 derajat celcius.
  • Panen kroto dilakukan apabila kroto sudah tampak penuh di dalam toples. Panen dilakukan dengan cara merusak sarang kemudian kroto dikeluarkan dari dalam sarang. Setelah itu, toples dikembalikan ke rak budidaya untuk tahapan budidaya selanjutnya. : Baca juga: Usaha Rumahan Budidaya Jangkrik

3. Kendala Dan Solusi Budidaya Kroto Semut Rangrang

Dalam menjalankan usaha budidaya kroto semut rangrang ada beberapa kendala yang mungkin di hadapi yakni sebagai berikut:

  1. Banyaknya semut yang berjatuhan dari rak dan hilang atau menggigiti pekerja. Semut kabur biasanya karena asupan pakan pada rak budidaya kurang, kondisi suhu dan sirkulasi udara yang kurang bagus serta adanya semprotan pestisida di sekitar lokasi budidaya.
  2. Solusinya pastikan pakan selalu tersedia, kondisi kandang nyaman dan sirkulasi udara baik serta terhindar dari kegiatan penyemprotan pestisida atau asap pembakaran. Pastikan juga untuk membuat kolam kecil yang mengelilingi keempat kaki rak budidaya agar apabila ada semut yang jatuh tidak kelantai dan kabur.
  3. Semut ranrang banyak yang mati karena serangan penyakit. Biasanya akibat sanitasi di rak budidaya yang kurang baik. Oleh karenanya, tempat pakan dan minum sebaiknya dicuci bersih terlebih dahulu sebelum pemberian pakan yang baru sehingga tidak ada sisa pakan yang dapat menjadi tempat bibit penyakit.

4. Trik Jitu Budidaya dan Bisnis Kroto

Bagi anda yang tertarik untuk menjalankan usaha kroto berikut trik jitu budidaya dan bisnis kroto yang mungkin bisa bermanfaat dan bisa anda coba:

  • Pastikan kebutuhan pakan baik padat maupun cair bagi semut selalu tersedia dan jumlahnya mencukupi. Apabila kekurangan pakan, semut akan berusaha kabur dari sarang dengan cara menjatuhkan diri dari rak dan tidak bisa kembali lagi. Pakan harus segera diberikan kembali setelah pakan habis. Pemberiannya biasanya 2-4 hari sekali.
  • Agar tidak bolak-balik membeli pakan untuk semut, stok pakan disimpan secara baik. Ulat hongkong dapat disimpan dalam wadah terbuka misalkan rak kayu yang diberi pembatas ditiap sisinya. Hindari ulat dari serangan semut, cicak atau tokek. Sementara jangkrik dapat disimpan diwadah terbuka dengan diberi pengaman berupa lakban disekeliling dinding bagian dalam wadah agar tidak bisa kabur.
  • Agar tercipta koloni yang cukup besar, sebaiknya sebelum panen perdana biarkan koloni berkembang biak sebanyak 5-6 generasi. Pembentukan satu generasi berkisar selama 15-20 hari. Setelah itu kroto dapat dipanen rutin.
  • Pemasaran kroto dapat dilakukan mandiri dengan cara memasarkan langsung ke hobiis atau ke kios-kios penyedia kroto. Apabila memasarkan sendiri sebaiknya panen dapat dilakukan rutin sehingga dapat menyuplai rutin dan tidak kehilangan pelanggan. Selain secara mandiri, saat ini terdapat beberapa pembudidaya kroto senior yang membuka paket kemitraan sehingga plasma dapat fokus pada aspek budidaya karena sudah ada yang menyerap hasil produksinya bahkan dengan harga kontrak. Baca juga: Tips Sukses Memulai Usaha Peternakan

Demikianlah uraian mengenai cara memulai usaha budidaya kroto rumahan dari persiapan, teknik budidaya kroto, kendala dan solusi hingga trik budidaya dan bisnis kroto. Semoga bermanfaat dan menambah wawasan anda semua yang tertarik untuk berternak kroto di rumah.


Bagikan Artikel ini :
tags: , , ,

JANGAN LEWATKAN: