Cara Mengelola Keuangan Ditengah Kondisi Ekonomi Yang Lesu


Bagaimana cara mengelola keuangan bisnis yang baik ditengah kondisi ekonomi Indonesia yang cenderung lesu saat ini ? Yes, pengelolaan Financial yang baik sebenarnya memang harus dimengerti oleh setiap pelaku usaha, terutama para pelaku UKM sehingga hal ini menarik untuk dibahas. ditengah kondisi yang seperti inilah tentunya menjadi hal yang sangat pokok bagi pengusaha mengetahui cara mengelola keuangan yang baik.

cara mengelola keuangan bisnis yang baik

Pertama, yang paling penting dipahami oleh pengusaha, mau itu dalam kondisi krisis atau tidak adalah Cash Flow, karena biasanya pendapatan itu sangat beragam. ada pendapatan yang sifatnya rill yang bisa langsung menghasilkan cash flow bagi perusahaan dan ada yang sifatnya piutang yang memerlukan proses penagihannya. Lalu mana yang harus didahulukan? tentunya pikiran dan energi kita harus lebih banyak beroreintasi ke pendapatan yang sifatnya riil terhadap cash flow, karena pondasi dari sebuah bisnis adalah di cash flow. Kalau cash flow aman, maka bisnisnya pun akan berjalan relatif lancar.

Biasanya untuk bisnis dengan konsep franchise akan mendapatkan sumber in come dan cash in adalah dari bahan baku dan dari pembelian paket franchise atau kemitraan oleh mitra. Nah, dua margin ini yang perlu kita lihat. untuk yang paket kemitraan kita bisa mengira-ngira berapa calon mitra yang akan bergabung di bulan ini. Sementara untuk bahan baku kita harus benar-benar fokus untuk eksisting mitra yang sedang berjalan. Artinya mitra-mitra yang sudah berjalan didorong seoptimal mungkin agar bisa melakukan pembelian bahan baku dalam jumlah kapasitas yang banyak. kalau sudah begitu maka kita bisa memenuhi cash flow secara operasional bahkan bisa surplus.

Jadi jangan sampai kita hanya terpaku pada pembukaan outlet saja agar usaha tetap hidup dan cash flow tetap aman. Tapi justru harus lebih memikirkan kepada bagaimana memaintenance mitra agar permintaan bahan baku tetap pada kapasitas tinggi.

Nah, ketika seinergi dua pendapatan itu bisa digabungkan, tentunya harus menjadi perhatian utama para pemilik bisnis. dan tentu saja harus dikontrol agar tercipta cash flow yang baik. Buatlah juga pola serta sistem pembayaran yang pas dengan mitra. Jangan sampai mitra membeli bahan baku dengan pembayaran yang terlalu lama sehingga dapat menganggu cash flow. itulah yang perlu diperhatikan bagi pelaku bisnis yang ingin mengembangkan usahanya. Jadi, kalau memang dua hal itu, bisa dijalankan dengan optimal dan baik, maka keuangan pun akan bagus.

Hal kedua, yang pelu diperhatikan dalam mengelola keuangan yaitu setelah bisa mengatur masuknya cash flow tentunya orang dibagian keuangan tidak bisa bekerja sendirian. Artinya, ketika kita sudah tahu proyeksi finansial, sebagai seorang entrepreneur, kita pun harus punya proyeksi pendapatan atau proyeksi marketing. Nah, biasanya setiap bulan kita memiliki biaya pasti yang harus dikeluarkan. Artinya, dari bulan januari sampai Desember seperti budgeting pengeluaran pasti yang kita perlukan, seperti biaya listrik, telepon, sewa gedung dan lain sebagainya. itu penting diketahui dalam waktu satu tahun kedepan atau tiap bulan agar kita pun tahu bagaimana caranya bisa mendapatkan uang cash untuk menutupi pengeluaran-pengeluaran tersebut.

Kalau cash out sudah jelas maka hala yang harus dipikirkan adalah mendapatkan cash ini. Tentunya cash in ini yang perlu di update setiap saat. Katakanlah kita buat cash flow project untuk september, maka kita perlu tahu cara mendapatkan cash in setiap minggunya lewat proyek si marketing. Nah, ketika cash in lebih tinggi daripada cash out, berarti kita sudah dibilang mendapatkan surplus cash flow. dengan begitu, maka sebuah bisnis akan relatif stabil dan sehat karena darahnya perusahaan ada di cash flow.

tetapi perlu diingat, kalau cash flow dimasa krisi seperti sekarang ini agak tersendat maka kita harus menghindari mindset untuk menyuntikan dana ke perusahaan. Apalagi kalau sampai melakukan pinjaman bank. Karena kalau mindset kita selalu seperti itu, maka pikiran kita ingin selalu menyuntikan dana bila setiap kali cash flow tersendat. Jadi, biarkan tim yang achieve target. Jadikan perusahaan dan bisnis yang mandiri itulah mindset yang harus ditanamkan.

Artinya pinjaman ke bank boleh dilakukan asalkan cash flow kita sudah surplus. dan dengan catatan untuk pengembangan bisnis, bukan untuk menutupi biaya operasional. Dan saya kira kalau meminjam untuk pengembangan bisnis ada baiknya digunakan untuk membangun aset, seperti pabrik, rumah produksi atau mesin produksi. Itulah cara mengelola keuangan bisnis yang baik yang perlu diperhatikan. semoga bermanfaat dan selamat berbisnis.


Bagikan Artikel ini :
tags: , , ,

JANGAN LEWATKAN: