Dea Valencia Pengusaha Muda Sukses Pemilik Batik Kultur


Sekarang ini semakin banyak anak muda yang terjun ke dunia usaha, bahkan beberapa diantaranya mampu meraih kesuksesan diusia muda. Salah satunya adalah Dea Valencia Pengusaha muda sukses pemilik Batik Kultur. Perempuan muda nan cantik asal Semarang ini sukses berbisnis di bidang fashion yaitu batik dengan pendapatan ratusan juta per bulan.

Dea Valencia Pengusaha Muda Sukses Pemilik Batik Kultur

Menjadi pengusaha sukses dengan penghasilan ratusan juta rupiah per bulan atau milyaran rupiah per tahun mungkin sulit dibayangkan untuk ukuran seorang gadis muda belia. Apalagi hal itu diraih dengan keringat sendiri tanpa warisan kekayaan dari orang tua. Namun, Dea Valencia Budiarto membuktikan bahwa tidak ada yang mustahil dicapai kalau kita mau berusaha, tekun dan berkeja keras serta terus belajar.

Profile Singkat Dea Valencia Budiarto

Perempuan cantik pemilik Batik Kultur ini lahir di Semarang, 14 Februari 1994. Ia merupakan Anak dari pasangan Ariyani Utoyo dan Iskiworo Budiarto. Saat ini wanita cantik yang biasa dipanggil Denok pada masa kecilnya ini tinggal di Semarang Jawa Tengah.

Kalau dilihat dari jenjang pendidikannya Dea termasuk anak yang pintar. Ia mulai disekolah oleh orang tuanya diusia 22 bulan, Entah apa yang terlintas di benak orangtua Dea ketika itu. Pendidikan SD dimulainya diusia 5 tahun sedangkan jenjang pendidikan SMP dan SMA dijalani hanya dalam waktu 4 tahun yakni 2 tahun SMP dan 2 tahun SMA. Tidak heran jika diusianya yang masih 15 tahun Dea sudah masuk perguruan tinggi yaitu Universitas Multimedia Nusantara.

Alumni Universitas Multimedia Nusantara dari program studi Sistem Informasi angkatan 2009 ini menuturkan bahwa dirinya mengikuti kelas internasional sehingga lebih cepat masuk kuliahnya.

Perempuan cantik ini memiliki kalimat bijak yaitu:
“Jika kamu tak pernah mencoba, maka kamu tak akan pernah belajar. Tidak ada jalan tercepat untuk sukses, kamu harus melalui proses”.

“Kesuksesan bukanlah sesuatu yang didapat dengan instan dan mudah, maka dari itu mulailah kita berwirausaha sejak muda,”

Filosofi itulah yang membuat Dea Valencia memberanikan diri untuk terus belajar dan mencoba hal baru. Ketekunan dan pantang menyerahlah yang menyemangatinya untuk terus maju.

Baca juga: Kisah Sukses Yopi Hendra Bisnis Aksesoris

Rahasia Sukses Usaha Batik Kultur Dea Valencia

Dea memulai usaha batiknya setelah lulus kuliah pada usia 18 tahu. Ia memutuskan untuk kembali ke kota kelahirannya Semarang dan fokus untuk membuka usaha fashion yaitu batik. Dea memilih batik karena sejak kecil sudah dikenalkan dengan batik. Berawal dari membantu ibunya menjual koleksi batik yang antik membuatnya mulai jatuh cinta pada batik. Selain itu Menurut Dea, ini merupakan salah satu cara baginya untuk menghargai budaya Indonesia.

Batik Kultur bermula dari keinginan Dea memiliki baju batik cantik seperti yang ia mau. Meskipun Dea nggak bisa beli baju batik yang dia pengen, ia nggak lantas hilang akal. Berbekal kreativitas, Dea pun menggeledah batik lawas punya orang tuanya, digunting-gunting terus dijahit dengan model yang dia pengen. Katanya sih sayang kalau dibuang, apalagi kalo sampai rusak gara-gara cuma disimpan di dalem lemari. Kalo bisa digunting-gunting dan dipadukan dengan bahan lain terus jadi bagus kenapa enggak? Dari situlah kemudian batik lawas berubah jadi modern, yang kemudian diminati banyak orang.

Batik Kultur karya Dea Valencia memiliki motif dan model menarik, yang sangat kekinian dan bercitarasa muda. tidak heran bila banyak konsumen yang menyukainya. Pembeli Batik Kultur tersebar di berbagai kota di Indonesia. Bahkan saat ini konsumennya tidaknya dari dalam negeri saja tetapi juga dari luar Negeri seperti Singapura, Amerika Serikat, Hongkong, Inggris, Belanda, Jerman dan Norwegia.

Untuk desain produk dibuat sendiri oleh Dea meskipun ia tidak bisa menggambar. Dea mengandalkan imajinasi lalu ditransfer ke seorang juru gambar kepercayaannya. “Saya tak tak mau menjual barang yang saya sendiri tak suka,” prinsipnya. Tampaknya inilah yang menjadi rahasia sukses Batik Kultur di tangan Dea Valencia.

Pada awal produksi Batik Kultur hanya membuat 20 potong kain saja. Namun, setelah dipromosikan tak disangka respon konsumen sangat positif banyak yang menyukai batik karya Dea tersebut sehingga pesanannya membludak. Kini Batik kultur mampu memproduksi tak dari 1.000 potong baju batik setiap bulannya. Harga Batik milik Dea ini dibanderol mulai dari Rp 250.000 hingga Rp 1.200.000 per potong.

Pemasaran produk Batik kultur 95% menggunakan media online seperti facebook dan Instagram. Sebagai jebolan Program Studi Sistem Informasi Universitas Multimedia Nusantara, Serpong, Dea paham betul bagaimana besarnya kekuatan internet sebagai media pemasaran sebuah produk. Dan sebagai modelnya Dea sendiri kebetulan ia memiliki postur dan paras bak model, sehingga Batik Kultur tampak manis dan indah saat dikenakannya.

Di usia yang terbilang sangat muda, Dea sudah bisa meraih omzet ratusan juta dalam satu bulan.Namun, kesuksesan Dea Valencia tidak diraih dalam sekejap mata. Semua berkat ketekunan dan kerja keras dalam menggeluti usaha yang dijalani. Dari hanya memiliki seorang karyawan kinia Batik kultur mempunyai 85 karyawan. Bahkan yang membuat kagum adalah 40 diantara karyawannya adalah penyandang diffabel.

Tujuan mempekerjakan karyawan diffabel adalah untuk mendukung mereka agar bisa hidup lebih mandiri, bisa punya karya dan bermanfaat bagi banyak orang. Menurut Dea, setiap orang layak mendapat kesempatan yang sama.

“Saya juga mempekerjakan karyawan yang misal nggak ada kaki tapi tangannya masih bisa kerja. Penjahitnya ada enam yang tuna rungu dan tuna wicara. Pertimbangannya? Giving back to society. Saya ingin memberikan mereka kesempatan untuk memberikan kontribusinya di balik perbedaan mereka. Dan ternyata banyak pelajaran yang bisa diambil seperti ketekunan dan semangat untuk belajar,” kata Dea.

Nah, itulah sosok inspiratif kali ini, Dea Valencia Pengusaha Muda Sukses Pemilik Batik Kultur. Semoga kisah sukses Dea di usia muda bisa menjadi Inspirasi bagi anak-anak muda untuk menggeluti dunia usaha dan menciptakan lapangan kerja sehingga bermanfaat bagi orang banyak.


Bagikan Artikel ini :
tags: , ,

JANGAN LEWATKAN: