Dwias Anandita Sukses Usaha Budidaya Beras Hitam Organik


Usaha di bidang pertanian memang menjanjikan bila jeli melihat peluang dan bahkan bisa menghasilkan omset yang besar hingga ratusan juga, misalnya saja usaha budidaya beras hitam organik. Saat ini tren beras hitam organik membawa angin sejuk bagi pembudidaya beras organik sebab tak kalah dengan beras biasa alias non arganik yang umum dijumpai di pasaran. adalah Dwias Anandita seorang petani yang sukses mengembangkan usaha budidaya beras hitam organik yang kini laris manis dipasaran, bahkan permintaan terus menerus sampai-sampai Dwias kewalahan memenuhi permintaan konsumen yang begitu tinggi.

Dwias Anandita Sukses Usaha Budidaya Beras Hitam Organik

Usaha Budidaya Beras Hitam Organik Ala Dwias

Dwias Anandita pria kelahiran Surakarta, 30 Oktober 1980 merupakan orang yang mengembangkan beras hitam organik. Bermula dari tekad untuk mengembangkan usaha ladang beras hitam seluas 800 m2 yang diwariskan ayahnya pada 2009, ia pun memutuskan keluar dari pekerjaannya di bidang konstruksi. dengan modal di tangan hanya Rp 25 ribu yang digunakan membeli bibit kini ladang beras hitam miliknya berkembang cukup pesat.

Dwias melihat beras hitam memiliki beberapa kelebihan sehingga ia kemudian mengajak petani di kawasan lereng gunung merapi Jawa Tengah untuk membudidayakan beras hitam. Pada mulanya hanya dua orang petani yang bekerjasama dengannya, namun melihat peluang yang besar tersebut akhirnya petani yang ikut bekerjasama pun bertambah. Dan kini ada 8 orang petani yang bekerjasama dengannya.

Usaha budidaya beras hitam Menurut Dwias, memiliki prospek yang bagus dan menjanjikan, mengingat beras hitam merupakan salah satu komoditi ekspor yang permintaannya terus meningkat setiap bulan sementara banyak petani belum bisa memenuhinya. Sekarang ini memenuhi permintaan konsumen dalam negeri saja Dwias masih kewalahan seperti KONI Pusat, supermarket daerah Jabodetabek, dan pabrik pembuatan wedang beras hitam.

Permintaan pasar begitu tinggi akan beras hitam mengingat banyaknya kandungan nutrisi dalam beras ini, serta masyarakat Indonesia yang menyadari pentingnya pola hidup sehat juga semakin banyak. Kelebihan mengonsumsi beras hitam bagi tubuh dibanding beras putih yaitu tidak gampang lapar, menetralisir kandungan gula dan kadar kolestrol dalam darah, bisa memperbaiki sel-sel tubuh yang tua dan mati. Dwias menuturkan “dengan masih jarang pembudidaya berat hitam, peluang untuk meraih banyak keuntungan bisa digapai. Apalagi belum banyak orang Indonesia yang mengenal dan mengetahui manfaat beras hitam ini”.

Keunggulan yang dimiliki beras hitam dalam aspek kesehatan membuat usaha budidaya beras hitam organik prospeknya akan tetap cerah. Untuk harga yang ditawarkan Dwias sengaja tidak terlalu tinggi mematok harga dibanding supermarket agar beras organik hitam juga bisa dijangkau kalangan masyarakat menengah bawah. Karena menurutnya jumlah masyarakat menengah bawah tentunya lebih banyak sehingga mampu mengejar volume penjualan. Meskipun pemainnya sudah cukup banyak, Dwias merasa produknya tetap bersaing dan ia pun tidak takut tersaingi, sebab ia memiliki lahan dan menguasai cara produksi sementara kebanyakan pemain hanya berupa pedagang.

Artikel lain : Jenis Peluang Usaha Bidang Pertanian Yang Menjanjikan

Harga dan Nilai Plus Beras Hitam Organik Dwias

Dwias membudidayakan jenis beras organik berwarna hitam yang merupakan warisan leluhur dan disukai oleh para bangsawan china. Beras hitam memang lebih bagus dari beras warna putih namun beras hitam menghilang sejak Indonesia melakukan program swasembada pangan 1984 dimana budidaya beras kala itu yang berwarna putih. Harga jual beras hitam organik Dwias Rp 22 ribu per kg, tapi jika pembelian diatas 100kg harganya sekitar Rp 20 ribu per kg.

Beras hitam memang kaya serat sehat dan rendah gula serta kaya betakaroten dan antosionin yang berfungsi sebagai antioksidan untuk menyapu bersih molekul-molekul berbahaya yang terdapat dalam tubuh. Jadi beras hitam dapat menjaga kadar gula dalam darah, baik bagi penderita kencing manis, dapat mencegah kanker dan radang usus.

Sementara itu manfaat beras hitam dalam hal kecantikan yaitu meremajakan kulit, sebab antisionis dapat meningkatkan efek vitamin C dan E. Bulir Beras hitam berbentuk lonjong dengan warna gabah cokelat dan daging padinya berwarna hitam pekat serta keunguan. kalau dari segi rasanya beras ini mirip beras merah dan aromanya mirip seperti ketan hitam serta tidak lengket. Tanaman padi beras hitam merupakan jenis pada yang bisa ditanam di mana pun baik dataran rendah maupun dataran tinggi. Pada umumnya budidaya beras hitam memiliki masa panen 6 bulan setelah tanam. Tetapi tidak dengan beras hitam yang dibudidayakan Dwias yang bisa dipanen setelah 4 bulan sejak di tanam. Dwias menuturkan ia melakukan beberapa persilangan yang sangat rahasia sehingga bisa menghasilkan beras hitam dengan masa panen lebih cepat dibanding petani beras hitam lain.

Dalam proses penanaman, cara tanam yang dilakukan oleh Dwias menggunakan metode System of Rice Intensification (SRI), dimana satu lubang ditanam satu bibit saja. Berbeda dengan cara tanam petani biasanya yang menanam banyak bibit dalam satu lubang. Dalam metode ini jarak tanamnya tidak terlalu rapat agar tidak terkena bayangan satu sama lain sehingga tanaman pada selalu terkena sinar matahari sepanjang waktu.

Cara Pemasaran Beras Hitam Organik

Dalam memasarkan beras organik hitam Dwias melakukannya secara door to door sambil menyebarkan brosur sederhana yang di fotocopy. Kemudian untuk memperluas pemasaran ia memanfaatkan Internet dengan cara memasang iklan gratis dan ikut Milis.

Selain itu Dwias juga membuka keagenan dengan syarat minimum order 100kg sistem cash and carry dan agen akan mendapatkan potongan harga 10-15%. Dwias juga memberikan garansi 1 bulan kepada toko produk organik, agen, catering maupun perorangan. dan jika pembelian sampai 1 ton maka sistem pembayaran Dp 60%. Beras bisa diambil sendiri atau dikirim melalui jasa pengiriman Dakota Ekspress dan barang dikemas dalam plastik bening ukuran 5kg. Usaha budidaya beras hitam organik Dwias mampu memproduksi 15 ton per bulan dengan omset mencapai Rp 112 juta dengan keuntungan 44.64%. Dwias mempekerjakan 8 orang pegawai selama operasional dengan gaji Rp 500ribu sampai Rp 1,5juta/bulan.

Dalam budidaya beras hitam kendala dan resiko yang dihadapi Dwias adalah Hama penyakit, namun untuk mencegah hal itu Dwias melakukan cara tertentu, yakni hanya menanam beras organik dua kali dalam setahun pada lahan yang sama. Sedangkan petani lain bisa 3-4 kali tanam dalam setahun sehingga kerap mengundang hama penyakit yang hidup dilahan.


Bagikan Artikel ini :
tags: , , ,

JANGAN LEWATKAN: