Kisah Rahmawati Perempuan Juragan Tambal Ban


Perempuan yang bergerak pada bisnis yang berkaitan dengan otomotif, jumlahnya masih relatif sedikit. Kalaupun ada, paling-paling hanya sebagai sales promotion girls (SPG) untuk produk-produk yang dibutuhkan di dunia otomotif. Seperti para SPG di POM Bensin yang baru beberapa tahun ke belakang mulai bermunculan. Perempuan pada umumnya enggan berdekatan dengan kondisi kotor yang dihasilkan dari kendaraan bermotor. Namun tidak demikian dengan Rahmawati. Lulusan UNPAD Bandung jurusan Sastra Sunda tahun 2005 ini, malah memilih berbisnis dengan membuka kios tambal ban kendaraan bermotor.

Kisah Rahmawati Perempuan Juragan Tambal Ban

Bisnis tambal ban memang tidak asing lagi bagi perempuan kelahiran Bandung 1980 ini. Didi, ayahnya yang sudah pernah menjadi sopir, membuka usaha pembuatan vulkanisir ban. Namun tidak lama kemudian bangkrut. Ia lalu membuka usaha tambal ban dengan menyewa sebuah kios di daerah Cibiru Bandung. Selain membuka jasa tambal ban ia juga menerima jual beli ban bekas dan ban vulkanisir yang dibeli dari orang lain. Setelah dua tahun membuka kios ia membeli kios tidak jauh dengan kios lamanya yang dikontrak. Sejak saat itulah ia memindahkan tempat usahanya diatas tanah miliknya sendiri.

Di luar itu, ia juga pernah memproduksi jok dari karet ban mobil, akan tetapi usahanya ini hanya berjalan sekitar 5 tahun. Hanya kios tambal ban miliknya inilah yang terus bertahan sampai sekarang. Untuk meluaskan usahanya Didi mencoba mencari tempat usaha lain. Akhirnya ia menemukan tempat yang dirasa strategis untuk membuka usahanya. Yaitu di daerah pangalengan. Ia memilih tempat itu karena berada dekat terminal pangalengan dan waktu itu belum ada orang yang membuka usaha tambal ban dan penjualan ban vulkanisir disana. Toko yang dinamai Sawargi ini kemudian dipercayakan pengelolaannya kepada dua adik didi. Setelah usia Didi semakin tua usaha tambal ban di pangalengan kemudian di limpahkan kepada anaknya rahmawati.

Menyukai Bisnis Sejak SMA

Sebagai anak yang berbakti Rahma sudah sering membantu orang tuanya berjualan di toko.ketika masih Sma Ia dan kakak pertamanya bahkan sering diminta untuk membeli bahan baku untuk tokonya. Kegiatan ini terus berlangsung hingga ia kuliah, dari situlah dia mulai merasakan enaknya nebjadi pengusaha yaitu saat menerima rupiah demia rupiah dari pembeli ban atau konsumen jasa tambal ban. Kenikmatan berjualan ini bahkan sempat membuatnya sedikit malas kuliah, walaupun akhirnya dia berhasil merampungkan kuliahnya.

Dari pengalaman berjualan ban vulkanisir, ia berkesimpulan kalau bisnis ini lebih menguntungkan dari pada berjualan ban baru yang membutuhkan modal besar, Kendati mendapatkan persentase keuntungan yang lebih besar pula. Sedangkan untuk ban vulkanisir tidak membutuhkan modal besar. Ia bisa mendapatkan diskon 20% untuk setiap ban yang ia beli. Tidak peduli berapa banyak ban yang di beli, harganya pun bervariasi yaitu Rp 150rb-Rp 850rb untuk ukuran roda 12-16 sedangkan ban baru harganya berkisar antara Rp 250rb-Rp 1,25 jta untuk ukuran yang sama.

Bermodalkan pengalaman membantu orang tua inilah ia memberanikan diri mengelolah dan meneruskan usaha orang tuanya itu. Rahmawati mulai mengelolah toko yang ada di pangalengan sejak tahun 2004. Pada awal memasuki usaha ini kehadirannya sempat membuat aneh para pelanggan di tokonya, meski ia tidak turun langsung menambal ban pelanggannya tetapi kehadiran seorang perempuan di toko tambal ban apalagi sebagai pengelolah sudah cukup membuat orang merasa aneh.

Keanehan dan keheranan orang disekitarnya bisa berefek postif dan negatif bagi pekembangan bisnis yang dikelolahnya.Positifnya, semakin banyak orang yang datang meski mungkin awalnya hanya merasa penasaran untuk melihat langsung sosok perempuan pengelolah bengkel tambal ban itu. Namun disisi lain, Rahma kadang menjadi risih menghadapi para pelanggan pria yang sedikit iseng kepadanya. Pada akhirnya Rahma memang harus siap dengan resiko ditinggalkan pelanggan karena ia tidak melayani keisengan mereka. Baginya itulah resiko berbisnis dilahan yang identik milik kaum adam.

Meski apapun resikonya ia terus mengelolah usaha tambal ban mobil dan motor, termasuk jual beli ban bekas dan ban vulkanisir, namun kini ia mulai berinovasi, kalau selama ini ia hanya menjual ban luar, ia mulai menambahkan ban dalam mobil dan motor sebagai barang dagangannya. Modalnya tentu saja dengan mengambil dari sisa keuntungan setiap bulan. Barulah tahun 2005 dengan melihat kebutuhan pembeli, Rahma mengeluarkan dana lebih besar yaitu sekitar Rp 10 juta untuk membeli oli.

Pada tahun 2006 ia menambah jasa pencucian mobil dan motor di tokonya. Setelah sedikit demi sedikit mengumpulkan dana Rahma pun mampu membeli toko yang berada di sebelah tokonya. Ia berharap dengan menambah lokasi di toko barunya itu, tokonya akan lebih leluasa dan menambah barang dagangan lain.

Dengan semakin bertambah maju usahanya, ternyata semakin berat pula tantangan yang harus dihadapi dan salah satunya adalah pesaing. Kini mulai bermunculan toko atau kios yang membuka usaha yang sama. Salah satunya bahkan mantan karyawan ditokonya yang kini membuka usaha sendiri dengan jenis jasa yang sama. Bagi pelanggan yang sudah mengenal karyawannya itu dan merasa enak berbisnis dengan dia otomatis akan beralih kepadanya. Akan tetapi bagi pembeli yang hanya mengenal tepat usahanya di toko Sawargi otomatis akan tetap setia mendatangi tokonya. Kondisi ini sempat membuat omzet toko Rahma menurun. Kalau dulu bisa mencapai 2-3 juta perhari, saat ini rata-rata ia hanya bisa mengantongi Rp 1 juta rupiah perhari.

Dengan kegigihan dan kerja kerasnya dalam mengelolah bisnis, pada usianya yang baru 28 tahun Rahma sudah mampu memiliki mobil keluaran jepang dengan harga Rp 165 juta meski di beli secara kredit. Ia juga sedang membangun ruko baru disebelah rukonya yang lama di jalan raya pangalengan No.19 untuk melebarkan usahanya.

Kunci Sukses Bisnis Ala Rahmawati

Saat kita membangu usaha, berpikirlah pada keuntungan yang bisa kita raih dengan menjadi pebisnis dibanding menjadi pegawai kantoran. Insyah allah kita akan kembali bersemangat membangun usaha kita.

Bagikan Artikel ini :
tags: , ,

JANGAN LEWATKAN: