Tity Hatta Usaha Tas Brand Lokal Untuk Pasar Internasional


Salah satu peluang bisnis yang saat ini cukup menguntungkan yaitu usaha produksi tas. Perkembangan bisnis fashion yang setiap hari semakin pesat, menjadi lahan yang cukup empuk bagi para pelaku usaha. Sebab hampir semua produk fashion, selalu laris diserbu para konsumen. Begitu juga dengan tas, sekarang ini tas bukan hanya sebagai kebutuhan sekolah atau kerja saja. Namun, kini tas menjadi bagian fashion yang banyak digemari konsumen khususnya kaum hawa. Saat ini para wanita khususnya remaja dan ibu-ibu, menjadikan tas sebagai bagian dari tren fashion. Sehingga mereka sering mencari tas, untuk memenuhi kebutuhan fashion yang sesuai atau padu dengan busana yang dikenakan. Seperti apa prospeknya? mari simak ulasan lengkapnya yang akan segera kita bahas pada kesempatan kali ini.

Tity Hatta Pengusaha Tas Brand Lokal Untuk Pasar Internasional

Adalah Tity Hatta ketua Asosiasi pengusaha batik Indonesia yang menggeluti usaha Fashion tas dengan brand Tylux Butik. Wanita yang hobi masak dan traveling ini merintis usaha tas pada tahun 2010 bermula dari kecintaannya pada tas-tas otentik. Pada awal merintis usaha ia hanya fokus pada tas-tas branded luar negeri, namun seiring berjalannya waktu tepatnya tiga tahun lalu Tity mulai membuat tas sendiri dengan brand Tylux.

Modal awal usaha yang digelontorkan oleh Tity tidak kurang dari Rp 600 juta, untuk membeli stock tas sebanyak 20 tas branded. Sedangkan ketika memulai produksi tas sendiri ibu tiga anak ini mengeluarkan modal tambahan sebesar Rp 150 juta untuk membeli bahan baku dan biaya produksi (pengrajin). Prospek usaha tas fashion menurut wanita yang hobi mendesain ini sangat bagus dan akan terus berkembang mengikuti dinamika serta tren dunia mode dan fashion. Apalagi dari pengalaman Tity banyak sekali peminat tas buatannya ketika ia sedang mengikuti pameran di luar negeri. menurutnya pasar mancanegera biasanya menyukai tas yang berbau etnik.

Dalam hal persaingan menurut Tity saat ini sudah cukup banyak usaha sejenis. Tetapi sebagai pelaku usaha Tity harus selalu memberikan yang terbaik agar bisa merebut pasar dan bisa tetap bertahan. “Semua rezeki sudah diatur sama tuhan, jadi kita hanya bisa berusaha menghasilkan produk yang berkualitas bagus agar bisa menarik hati dan minat para masyarakat untuk membeli,” tuturnya.

Artikel lain : Tips memulai Bisnis Jilbab Modal Kecil

Saat ini karyawan Tylux Butik ada 6 orang dengan gaji sesuai UMR. Bukan hanya gaji yang diberikan Tity, para karyawan juga diberikan bonus tahunan berupa kesempatan liburan ke luar negeri untuk satu karyawan dalam satu tahun secara bergiliran, agar para karyawan bisa betah dan giat dalam bekerja.

Produk-produk Tylux Butik

Tylux Butik menjual beberapa jenis produk mulai dari tas branded, tas lokal handmade, sepatu, dompet dan aksesoris. Bukan hanya mejual tas dan barang fashion lainnya, Tity juga memberlakukan tukar tambah tas, barter dan juga bisa titip jual di butiknya dengan pembagian hasil 10%.

Harga yang ditawarkan Tity untuk tas lokal berkisar antara Rp 1 juta-Rp 5 juta, tas branded berkisar Rp 5 juta-Rp 1 milliar. Tity tidak memberikan diskon secara besar-besaran kepada para pembeli karena menurutnya tas fashion merupakan salah satu barang investasi jadi Tity hanya memberikan potongan harga sedikit untuk para customer. Produk yang paling laku di butiknya adalah tas branded Hermes model klasik dengan harga diatas Rp 100 juta. Sedangkan produk lokal yang paling banyak peminatnya adalah tas model klasik dengan sentuhan renda. Tity memproduksi tas branded lokalnya secara limited yaitu satu model diproduksi sebanyak 6 pcs. Biasanya satu tas tidak mungkin sama dengan ta lainnya karena diproduksi secara handmade.

Hingga saat ini rata-rata penjualan per bulan produk Tylux Butik sekitar 20-60 pcs tas berbagai jenis. Penjualan produk Tylux butik meningkat saat mengadakan pameran di luar negeri. Tity yang sudah menjalin hubungan dekat dengan orang-orang kedutaan, memudahkan dirinya ikut serta dalam pameran yang dilaksanakan di luar negeri. Setiap kali akan mengikuti pameran di luar negeri, Tity selalu membawa produk-produk lokal, bahkan beberapa pengrajin lokal pun diikut sertakannya untuk memasarkan produk Indonesia ke mancanegara . Setiap mengikuti pameran di luar negeri Tity berhasil mengeruk keuntungan rata-rata sebesar Rp 300 juta sekali pameran.

Namun diakui Tity, meskipun keuntungan yang didapat cukup besar setiap kali mengikuti pameran di luar negeri, ia juga harus menghadapi kendala yang cukup berat, misalnya saja biaya pengiriman yang terlalu mahal dan sangat tergantung naik turunnya dollar. Bukan hanya itu sumber daya manusia untuk mengerjakan tas juga belum begitu banyak dan jarang sekali Tity mendapatkan pengrajin yang komit dengan pekerjaannya. Jadi Tity sering kewalahan memenuhi permintaan untuk pasar luar negeri.

Negara-negara tempat pameran yang pernah diikuti Tity bisa dibilang hampir semua negara Eropa seperti Hungaria, Croasia, Slovakia dan Jerman serta beberapa negara di Asia seperti Malaysia, Brunei, Vietnam, Dll.

Bahan Baku Tas Lokal Tylux Butik

Bahan baku untuk membuat tas Tylux bermacam-macam mulai dari rotan, renda, kulit, batu-batu, batik, kerang, dll. Bahan baku tas sangat tergantung pada permintaan konsumen. Biasanya Tity akan menyesuaikan negara tujuan pameran. Biasanya Tity mendapatkan bahan baku langsung dari daerah pengrajin seperti kerang didapatkan dari Bali.

Setiap tas didesain sendiri oleh Tity, barulah setelah itu diberikan kepada pengrajin tas untuk di jahit. Pembayaran pengrajin sesuai dengan model tas yang di produksi. Biasanya para pengrajin menentukan harga sesuai bahan yang digunakan dan setelah itu baru Tity menentukan harga jual untuk tasnya.

Ciri khas produk Tylux adalah dikerjakan secara handmade dan biasanya disesuaikan dengan negara yang mengadakan pameran. Karena setiap negara mengadakan pameran pasti memiliki selera masing-masing. Jadi Jepang tidak bisa disamakan dengan Eropa. Setiap negara di eropa juga berbeda-beda selera, terlebih dahulu Tity mencari tahu apa yang menjadi pilihan dari negara tersebut, lebih banyak menganalisis dan mencari tahu di Internet dan beberapa kerabat yang berada di luar negeri tersebut.

Inspirasi Tity dalam menciptakan produk biasanya di dapatkan dari browsing di Internet dan banyak melihat gaya fashion orang-orang di negeri yang mengadakan pameran. Contohnya saja di Eropa Timur, Masyarakatnya lebih suka dengan warna-warni silver. Sedangkan untuk orang-orang Asia lebih menyukai warna-warna yang berani dan warna terang.

Strategi Pemasaran Produk Tas Tylux Butik

Produk Tylux diciptakan secara handmade dan limited sehingga pemasaran awal yang dilakukan Tity dengan cara dari mulut ke mulut, karena itu cara yang paling efektif dalam berbisnis. Selain itu Tity memilih tempat usaha di jakarta Selatan karena Posisinya yang strategis. ia juga rajin mengadakan pameran minimal dua kali dalam setahun, selain untuk mengenalkan produk lokal ke pasar Internasional, ia juga ingin menjalin kekerabatan dengan orang-orang kedutaan.

Dalam menjalankan usahanya wanita yang senang mengadakan acara sosial ini sering sekali mengikuti acara-acara khusus seperti lelang tas, dan pameran tas di luar negeri. Selain untuk mengenalkan produk lokal ke pasar Internasional sebagian keuntungan penjualan Tity sumbangkan ke Yayasan. Tity selalu mengikuti tren yang sedang berkembang di Industri fashion dalam maupun luar negeri dan belajar untuk menciptakan produk yang berkualitas. itu rupanya kunci kesuksesan dan kiatnya menghadapi persaingan.

Obsesi kedepan Tity untuk usaha Tylux butik adalah memajukan produk lokal ke mancanegara dan terus memasarkan dan melestarikan produk Indonesia. “Kita nggak usah malu untuk menggunakan produk lokal karena produk tersebut buatan negeri sendiri dan kalau kita mencintai produk dalam negeri tandanya kita mencintai negeri kita. Saya lebih menghargai orang suka menggunakan tas lokal daripada tas KW,” katanya.


Bagikan Artikel ini :
tags: , , , ,

JANGAN LEWATKAN: