Usaha Aksesoris Wanita Tembus Pasar Mancanegara


Peluang usaha aksesoris wanita seperti kalung, gelang, anting dan lain-lain, semakin cerah karena semakin diminati kaum hawa. Bisnis yang berkaitan dengan produk kebutuhan wanita memang tak pernah ada matinya. Usaha ini pun mampu menciptakan konsumen-konsumen loyal. Sebab yang namanya wanita pasti tergoda dengan aksesoris atau produk-produk baru yang mampu menunjang penampilannya. Tak jarang dari mereka memiliki lebih dari satu item produk tertentu yang biasanya dijadikan koleksi.

Usaha Aksesori Wanita Tembus Pasar Mancanegara

Hal ini pula yang tak lepas dari perhatian Ratu Yulina Amaliyah, yang telah berkecimpung di dunia aksesoris sejak lima tahun lalu. Awal menekuni usaha pembuatan aksesoris seperti gelang, kalung dan cincin diawali dari kegemaran Ratu membuat dan memodifikasi aksesoris miliknya. Dengan sering menggunakan aksesoris buatannya diberbagai acara, membuat banyak teman dan saudaranya pun tertarik memesannya. Dari sanalah ia mulai merasa bisnis aksesoris wanita sangatlah prospektif. Usaha tersebut dimulainya sejak tahun 2010 dengan modal awal hanya Rp 250 ribu, yang digunakan membeli bahan baku dan peralatan usaha di pasar mangga dua, pasar Jatinegara hingga pasar Tanah Abang.

Artikel lain: Bisnis Aksesoris Wanita yang Potensial

Melihat respons yang diberikan konsumennya sangat tinggi, Ratu pun mencoba membuka toko aksesoris dengan nama Rumah Ratu dikawasan Blok M. Selain menjual produk-produk buatannya, ia juga kerap menyisipkan produk aksesoris impor china dan Jepang untuk memberikan banyak pilihan pada konsumennya.

Prospek Usaha Aksesoris Wanita

Usaha aksesoris menurut Ratu memiliki prospek cerah dan akan terus berkembang. Sebab aksesoris sebagai pelengkap fashion dan akan terus mengikuti perkembangan dan tren model fashion tersebut. Selain itu yang menjadikan usaha ini berprospek bagus karena daya beli aksesoris khususnya wanita setiap tahunnya akan terus meningkat. Wanita bisa tampil lebih cantik dan menarik dengan memakai aksesoris, hal inilah seakan wanita tak bisa dipisahkan dengan yang namanya aksesoris.

Menurut Ratu usaha aksesoris prospeknya sangat bagus, karena dia akan terus mengikuti tren model fashion yang tengah booming. kalau sekarang lagi trennya hijaber kita membuat aksesoris yang berkaitan dengan hijaber. Kalau sebelumnya tren fashion korea kita bikin model korea. Perkembangan dunia fashion gak akan ada habisnya terangnya.

Berbicara persaingan Ratu mengakui, persaingan usaha aksesoris wanita sangat ketat. Adanya pesaing tidak membuatnya merasa khawatir, baik persaingan dengan pelaku lokal maupun produk luar. karena ia sangat yakin pasar aksesoris ini cukup luas. Namun ia sangat menyayangkan banyak sekali pelaku usaha yang sudah menduplikasi desain produknya. tetapi bagi Ratu itu bukanlah suatu masalah karena usaha aksesoris ini erat kaitannya dengan seni dan tidak akan pernah sama setiap produk yang dihasilkan. Justru kalau ada yang meniru kreasinya, Ratu menjadi optimis karena produknya dianggap bagus oleh pelaku usaha lain. Jika kita bermain di produk masal dan produk itu disukai pasar, kita harus siap produk kita pasti ada KW nya, Jelas ratu.

Baca juga: Kisah Sukses Pengusaha Aksesoris

Menyiasati persaingan terutama dengan pelaku usaha kasesoris besar Ratu membuat desain lebih eksklusif yang mana 1 desain hanya terdapat 1 model, bahkan Ratu juga menerima pesanan sesuai keinginan konsumen dengan harga produk sama dengan harga aksesoris desain dari Ratu. Selain itu produknya juga dibuat secara handmade untuk merangkai bahan aksesoris sehingga tidak terdapat dipasaran. Menurut ratu bisnis aksesoris agar tetap survive dengan terus menjaga kepercayaan pelanggan, menjaga kualitas produk dan menghadirkan produk baru setiap bulannya.

Menciptakan Produk Aksesoris Yang Unik

Produk Aksesoris yang dibuat Ratu meliputi gelang, kalung dan cincin memiliki ciri khas desain simple dan full colour, sehingga cocok digunakan oleh remaja hingga wanita dewasa. Bahan baku yang gunakannya lebih didominasi oleh kain batik dan manik-manik dan desainnya pun selalu update dengan kreasi terbaru. Mengenai harga produk sangat terjangkau, untuk kalung dijual dengan harga Rp 25 ribu hingga Rp 75 ribu per item, gelang Rp 15 ribu hingga Rp 55 ribu per item dan cincin Rp 15 ribu per item.

Dari tiga jenis produk menurut Ratu Aksesoris paling banyak peminatnya adalah kalung. Produk kalung yang saat ini diminati konsumennya adalah kalung tumpuk yang terdiri dari untaian manik-manik berbahan glasses maupun manik-manik kayu. Selain itu, kalung dengan bahan kain batik yang dibentuk seperti tali tambang juga banyak diburu pelanggan, khususnya dari kalangan wanita dewasa.

Dalam proses pengerjaan Ratu melakukannya sendiri, namun bila mendapatkan pemesanan dalam jumlah banyak, ia dibantu oleh rekannya. Menurut Ratu permintaan pada produk-produknya akan mengalami peningkatan hingga 100% menjelang lebaran dan natal. . Untuk kapasitas produksi setiap bulan berkisar 800 hingga 1.000 pcs aksesoris dengan berbagai model. Diakui Ratu usaha Aksesoris miliknya setiap bulan rata-rata meraup omset berkisar Rp 60 juta dengan keuntungan mencapai 50%.

Meskipun sudah mengedepankan kualitas produk dan ciri khas yang unik, disadari Ratu usaha aksesoris ini tidak akan luput dari persaingan. Oleh karena itu ia terus menciptakan produk-produk terbaru dengan model yang unik. Biasanya untuk menghadirkan produk-produk terbaru ini, ia membatasi untuk satu itemnya hanya 30 pcs, supaya terlihat lebih eksklusif.

Strategi Pemasaran Usaha Aksesoris Rumah Ratu

Menurut Ratu, keberhasilan usaha aksesoris Rumah Ratu juga ditopang dengan strategi pemasaran yang apik, mulai dari pemasaran langsung mulut ke mulut hingga pemasaran online melalui jejaring sosial (facebook, twitter, Instagram). Selain itu ia pun gencar melakukan promosi melalui media pameran baik skala lokal, Nasional hingga Luar Negeri. Beberapa pameran yang pernah diikutinya meliputi Jakarta Clothing, GO Gril Passion Expo, Inacraf, Indonesia Fesyen week, Hijab Day, Fesyen Tuesday & Ladies Day, Indonesia Creative week, Jak Cloth, Jakarta Fashion market, Nova Ladies Fair hingga Dreamers Festival.

Diakuinya pemasaran melalui pameran sangat menguntungkan bagi ekstensi usaha aksesoris yang digelutinya. “Dengan mengikuti Pameran, selain produk kita lebih dikenal konsumen secara luas, pendapatan yang saya terima pun melonjak beberapa kali lipat,” untukap Ratu. Biasanya dengan mengikuti kegiatan pameran selama tiga hari, ia mampu meraup omset minimal Rp 20 juta, yang menurutnya omset tersebut hanya bisa didapatkan selama 2-4 minggu dihari-hari biasa.

Dalam mengikuti pameran agar usaha aksesoris mampu mendatangkan banyak pengunjung, Ratu selalu mendandani stannya secantik mungkin, serta menampilkan Produk-produk aksesorisnya dengan desain terbaru. Menurutnya dengan tampilan yang unik dan memiliki ciri khas tersendiri, mempermudahnya menarik perhatian pengunjung. menurutnya dengan ratusan peserta pameran, ia selalu menonjolkan konsep usaha aksesoris miliknya agar gampang dikenali. Meskipun sering mengikuti pameran dan terus mendapatkan omset yang banyak, namun diakui Ratu, ia kerap mengalami permasalahan dalam menyewa stan, salah satunya tarif stan yang mahal. “Ada beberapa pameran yang menarik biaya stan hingga Rp 1 juta per hari. itu pun belum termasuk biaya operasional lain dan biaya dekorasi,” terangnya. Menangani masalah tersebut diakui Ratu dirinya memang tidak bisa berbuat banyak. namun ia optimis, bila ikhlas menjalankan usaha aksesoris ini, rezeki pun akan datang dengan sendirinya.

Selain itu, agar produknya bisa dipasarkan secara luas, ia menawarkan sistem reseller dengan syarat minimal pembelian satu lusin dan reseller mendapatkan diskon Rp 10 ribu per pcs. Saat ini reseller dari Rumah Ratu sudah ada di Bandung, Bogor, Jakarta, Aceh, Balikpapan, Lampung dan Padang. Sedangkan untuk pembeli hampir setiap daerah di Indonesia , selain itu produk Rumah Ratu juga ternyata banyak disukai pasar Luar Negeri seperti Swedia, Australia, Kanada dan Malaysia.

Kendala Menjalankan Usaha Aksesoris

Saat ini tidak ada kendala berarti yang dialami Ratu dalam menjalankan usaha aksesoris, kalaupun ada kendala disebabkan mahalnya biaya sewa stan setiap kali ia akan pameran. Selain itu Ratu juga merasa kesulitan untuk mendapatkan sumber daya manusia yang terpercaya yang bisa dijadikan tangan kanannya saat pameran berlangsung. Untuk menyiasati mahalnya sewa booth Ratu sering kali memberlakukan subsidi silang, sehingga dalam satu bulan Ratu mengikuti 2 sampai 3 pameran. Dengan begitu ia bisa menyiasati pendapatan dari satu pameran dengan pameran lainnya. Jika dari satu pameran sepi pembeli, diharapkan pendapatan dari pameran berikutnya bisa menutupi. sedangkan untuk SDM sendiri sampai saat ini Ratu masih merasa menjadi kendala yang belum terselesaikan.

Artikel lainnya : Bisnis Jilbab dengan Modal Kecil

Kendala lain sering terjadinya stok barang yang menumpuk di gudang. Menyiasati ini untuk mengatasinya Ratu akan menumpuk barang di gudang terlebih dahulu, bila suatu saat akan muncul lagi trennya akan ia jual dengan diberi tambahan kombinasi bahan. “Kadang kalau sudah nggak tren lagi ya bahan baku dan produk kita bakal numpuk, misalnya kayak kalung nama, waktu itu lagi tren banget. untuk menghadapi hal ini ya kita akan tumpuk dulu digudang siapa tahu suatu saat akan menjadi tren lagi dengan tambahan kombinasi,” ujar Ratu.

Meskipun saat ini ia sudah memiliki tempat workshop sendiri, namun Ratu berkeinginan memiliki Toko diberbagai Mall dan pusat perbelanjaan dengan mengusung nama Brandnya sendiri. selain itu, ke depannya ia juga berencana ekspansi usaha, dengan menggeluti bisnis fashion khususnya pakaian. Ratu pun berharap pemerintah memperhatikan pelaku UKM dengan memberikan keringanan-keringanan dan fasilitas terjangkau untuk memasarkan produk-produk UKM.

Demikianlah info usaha aksesoris wanita dari Rumah Ratu yang mamapu tembus pasar mancanegara yang kami sadur dari Tabloid Peluang Usaha. semoga bermanfaat dan menginspirasi anda yang ingin berbisnis khususnya produk aksesoris.


Bagikan Artikel ini :
tags: , , ,

JANGAN LEWATKAN: