Usaha-usaha yang tetap Eksis dan Cetak Omset Besar tahun 2016


Setiap pelaku usaha tentu ingin agar usahanya terus berkembang dan eksis, tak hanya bertahan seumur jagung. Selain itu usaha tersebut di harapkan potensial yang terus dibutuhkan oleh pasar dan memiliki prospek bagus. Agar eksis, sebuah usaha membutuhkan strategi tersendiri sehingga mampu bersaing di pasar. Usaha apa saja yang tetap eksis dan cetak omset besar di tahun 2016 serta apa strategi agar usaha tetap eksis dan terus potensial? yuk, simak ulasannya yang akan dibahas dibawah ini.

usaha usaha yang tetap eksis dan Beromset Besar di 2016

Perkembangan sebuah usaha dengan pendapatan yang semakin menanjak merupakan idaman semua pelaku usaha. Dengan pendapatan yang semakin besar tentu keuntungan atau laba bersih yang diraih akan semakin meningkat. Apalagi bila perkembangan pesat usaha dicapai dalam kurun waktu singkat. Umumnya usaha bisa menghasilkan keuntungan besar dengan meningkatkan pendapatan atau omset dan memperkecil biaya, baik biaya operasional maupun biaya penyediaan bahan dan alat produksi.

Dari jenis usahanya, ada beberapa syarat yang harus dipenuhi agar mencapai laba besar, yang memberikan keuntungan besar mulai dari 40% keatas. Yaitu usaha-usaha yang belum banyak pesaingnya terutama untuk usaha yang bergerak dibidang produksi, dan usaha di bidang jasa lebih berpeluang untung besar dibandingkan bidang produksi. seperti misalnya usaha di bidang kesehatan, perawatan manula, jasa pelatihan anak-anak dan lain sebagainya.

Usaha-usaha yang mengedepankan inovasi terutama yang bergerak di bidang produksi, membuat peluang omset usaha meningkat dan semakin besar, misalnya produksi cat tahan panas atau bisa memantulkan panas, tahan air (water proof) dan anti kotor (bisa dicuci). Begitu juga usaha kuliner inovatif. karena itulah usaha perlu memiliki tim R&D yang khusus membuat produk atau jasa inovatif, bukan hanya sekedar meniru orang lain.

Menurut pengamat marketing Yadi Budhi Setiawan, saat ini sedang tren usaha di bidang jasa yang lebih spesifik sifatnya, bukan jasa yang sudah umum dijumpai di pasaran seperti jasa penyediaan sopir, boby sitter atau PRT. Jasa yang sifatnya lebih spesifik seperti jasa penyalur tenaga kerja ahli, jasa penyediaan suster untuk manula, atau jasa penyediaan suster khusus untuk merawat pasien pasca operasi besar. Contoh lain jasa di bidang IT yang bisa meraup untung besar karena masih jarang pesaingnya bukan jasa software programmer yang sudah umum dijumpai, namun yang masih baru, seperti misalnya jasa animator, digital audio engineer untuk rekaman suara atau musik yang menghasilkan kualitas lebih baik. Begitu juga jasa pemburu tenaga kerja yang juga masih jarang dijumpai. Termasuk jasa penyedia tenaga kerja terampil ke luar negeri yang spesifik seperti engineer metalurgi, yang memang banyak permintaannya di luar negeri.

Dari kiprah para pelaku usaha UKM yang mampu meraup laba besar menunjukan bahwa mereka tak lepas dari adanya inovasi baik dalam jasa maupun produk yang dihadirkan. baik itu usaha di bidang kuliner, otomotif, kesehatan dan kecantikan, IT, produk kreatif, fashion, hingga agribisnis. Hal itu semata-mata dilakukan untuk mendongkrak omset usaha hingga pada akhirnya memperbesar laba. Inovasi yang bisa dilakukan oleh pelaku usaha antara lain di bidang kuliner dengan membuat menu yang masih jarang di jumpai di pasaran, dengan kelebihan yang mengedepankan unsur kesehatan misalnya tanpa bahan pengawet, membuat menu yang lebih variatif sehingga konsumen memperoleh banyak pilihan, hingga membuat inovasi dari cita rasa menu tradisional dalam cita rasa modern.

Pentingnya Inovasi Kunci Agar Usaha Tetap Eksis

Agar tetap eksis kuncinya usaha tersebut harus terus berinovasi dan memikirkan sesuatu yang baru yang belum dibuat orang lain. Usaha tersebut juga harus potensial agar tetap eksis dan agar terus potensial maka harus mengikuti selera pasar atau tren pasar. Usaha yang sudah eksis bisa gagal jika cash flow buruk, misalnya dalam perhitungan teorinya untung tapi ternyata pendapatan minus, karena beberapa hal seperti pembayaran ke supplier di muka, kualitas produk tidak bagus atau tidak ada inovasi padahal dari aspek promosi sudah bagus sehingga perbaikan kualitas produk harus dilakukan.

Seperti usaha kuliner cita rasanya harus standar semua di cabang, mencari supplier yang bisa dibayar belakangan, disiplin membayar angsuran pinjaman dan yang paling berpengaruh terhadap risiko kegagalan adalah jika pelaku usaha sudah merasa puas atau berhenti melakukan inovasi lagi. “ketika orang lain melakukan inovasi selangkah lebih maju, akan menggerogoti usahanya dan biasanya yang paling rawan akan hal itu terkait usaha yang mengikuti tren seperti fashion dan kuliner. karena itu untuk menyiasati atau mengatasi kegagalan, pelaku usaha sebaiknya membuat sesuatu yang baru yang lebih murah dari produk sebelumnya tapi masih dalam satu lini usaha,” jelas Leo Aldianto.

Begitu juga berbagai produk kreatif terus hadir dengan adanya kreasi-kreasi terbaru yang lebih memiliki nilai tambah. Di bidang jasa otomotif maupun kesehatan dan kecantikan, inovasi lebih pada layanan atau servis misalnya dengan jeput bola atau melakukan layanan di lokasi customer. Di Bidang fashion yang sangat berkaitan dengan gaya hidup, bisa mencapai keuntungan besar jika produk itu terlihat eksklusif serta berkelas. Sedangkan Agribisnis, selain inovasi dalam teknologi agribisnis, usaha yang dilakukan secara terintegrasi juga memberikan keuntungan yang besar mengingat layanan yang ditawarkan lebih banyak.

Selain memperhatikan produk maupun jasa, pelaku usaha juga harus melakukan strategi untuk menekan pengeluaran biaya operasional maupun bahan dan alat. Strategi itu juga sangat tergantung pada jenis usaha yang dikembangkan. Seperti halnya pembelian bahan dalam jumlah besar sehingga harga beli lebih murah, atau mencari supplier yang menawarkan harga bahan lebih murah namun kualitas masih bagus, menggunakan tenaga lepas jika sewaktu-waktu ada pesanan dalam jumlah banyak sehingga tidak terlalu banyak pengeluaran gaji karyawan tetap dan sebagainya.

Dalam menentukan harga jual sebuah usaha inovatif, bagi pemula atau usaha yang masih baru bisa langsung menetapkan harga jual 50% lebih mahal daripada harga produk sejenis di pasaran. Hal itu karena adanya nilai tambah atau keunggulan yang ditawarkan oleh usaha tersebut.

Memperhatikan Segmen pasar yang di Tuju

Usaha-usaha yang bisa mencetak laba besar pentig untuk memperhatikan segmen pasar yang dituju. Umumnya pelaku usaha yang bisa meraih untung besar menyasar segmen pasa kelas menengah ata karena daya beli lebih tinggi dan konsumen kalangan ini tidak mempersoalkan harga, namun lebih kepada nilai tambah produk/jasa yang ditawarkan, apalagi jika segmen pasarnya segmented. Pelaku usaha juga harus terus melihat tren yang berkembang, misalnya jika dulu tren tokoh kartun seperti Doraemon, barbie, conan, dll kini muncul tokoh kartun yang diminati asal korea seperti Bernard, kartun animasi larva dan lainn sebagainya. Namun yang perlu diperhatikan, untuk usaha yang mengikuti tren tidak akan lama bertahan jika pelaku usaha meniru, sehingga inovasi juga harus terus dilakukan.

Strategi pemasaran yang baik juga turut mendongkrak peningkatan laba, yang bisa dilakukan dengan berbagai macam cara. Namun yang penting di perhatikan adalah jangan menurunkan harga jual karena akan terjadi perang harga yang justru akan menurunkan loyalitas konsumen. Strategi pemasaran yang baik seharusnya ditujukan agar konsumen lebih loyal, dan memiliki kepercayaan penuh terhadap produk atau jasa yang ditawarkan.

Beberapa kiat pemasaran yang dilakukan antara lain pada usaha fashion seperti penawaran program promo. misalnya promo potongan harga 20% setiap pembelian lebih dari 2 produk juga dilakukan untuk menarik minat pembeli. Begitu juga lokasi outlet harus disesuaikan dengan segmen pasar yang dituju, mengingat produk fashion yang menyasar kelas menengah atas harus memiliki image tidak pasaran, tapi terlihat ekslusif. Karena itu sebaiknya pemasaran dilakukan ke outlet-outlet di mal-mal kelas menengah atas atau premium. Okky Marta.
Sumber : Tabloid Peluang Usaha Edisi maret 2016.


Bagikan Artikel ini :
tags: , ,

JANGAN LEWATKAN: