Cara Beternak Ayam Kampung Pedaging dan Analisis Usaha


Beternak Ayam kampung pedaging merupakan salah satu peluang usaha yang menjanjikan sekarang ini. Peminat ayam kampung yang cukup tinggi dan harga yang mahal membuat usaha ternak ayam kampung sayang untuk dilewatkan.Terutama bagi masyarakat yang tinggal di daerah Pedesaan yang masih memiliki lahan yang luas maka beternak ayam kampung merupakan jenis usaha yang sangat cocok untuk dijalankan di rumah.

Cara Beternak Ayam Kampung Pedaging dan Analisis Usaha

Ayam kampung memang termasuk salah satu komoditas unggas yang digemari masyarakat negeri ini dan permintaannya besar. Usaha peternakan ayam kampung sangat potensial dijalankan sepanjang tahun karena permintaannya terus ada. Pasar harian ayam kampung bertujuan memenuhi permintaan rumah makan, hotel, dan katering serta rumah tangga.

Sementara, pada momen idul fitri dan idul adha, ayam kampung banyak dicari dan harganya bisa berlipat hingga 2-3 kali dibandingkan pada saat normal. Potensi usaha peternakan ayam kampung sedikitnya bisa dijalankan dari tiga jenis usaha, yaitu usaha pembesaran ayam kampung pedaging, usaha ayam kampung petelur, serta usaha pembibitan ayam kampung untuk menghasilkan DOC.

Dan pada kesempatan kali ini admin peluangusaharumahan.info akan mengulas tentang cara beternak ayam kampung pedaging mulai dari persiapan usaha, teknis budidaya, pemeliharaan, kendala yang mungkin dihadapi, trik budidaya hingga analisis usaha ternak ayam kampung. Ayam kampung pedaging memiliki prospek yang bagus. Pangsa pasarnya memang tidak sebanyak ayam broiler, tetapi harga jualnya lebih tinggi dari harga ayam broiler.

#. Cara Tepat Memulai Usaha Ternak Ayam Kampung Pedaging

Dalam menjalankan usaha ternak ayam kampung pedaging tentu anda harus tahu cara tepat memulai usaha agar bisa berjalan dengan baik. Pertama yang perlu dilakukan adalah memilih lokasi yang tepat. Secara umum, lokasi yang tepat untuk usaha peternakan ayam kampung adalah lokasi yang jauh dari permukiman penduduk, memiliki sirkulasi udara yang baik, serta tidak berada di lokasi yang terkena banjir.

Ada baiknya juga dipastikan ke perangkat pemerintahan bahwa lokasi yang dipilih memang diperuntukkan untuk usaha peternakan. Hal ini penting demi keberlangsungan usaha ke depannya. Kebutuhan spesifik lokasi peternakan ayam kampung adalah ketersediaan air, lokasi mudah dijangkau dan dapat dilalui kendaraan kecil maupun besar untuk keperluan usaha (mengangkut pakan dan hasil panen), serta aman dan nyaman.

1. Persiapan usaha

a. Kandang berupa kandang litter (lantai berupa tanah yang disemen ataupun tidak disemen) ataupun kandang panggung. Bentuk kandang ideal berupa persegi panjang dengan standar lebar kandang 4-7 m, panjang kandang 10-15 m atau sesuai lahan yang ada. Sementara, tinggi kandang berkisar 4-7 m.

b. Tempat pakan dan tempat minum.

c. Peralatan brooding (masa pemeliharaan awal) berupa pemanas, chick guard (pembatas area DOC), serta tirai kandang.

d. Pakan khusus unggas yang cocok bagi ayam kampung pedaging, baik pakan buatan pabrik ataupun racikan sendiri.

e. Mempersiapkan vaksin, vitamin, obat-obatan serta probiotik dan herbal yang digunakan dalam pemeliharaan sehari-sehari.

f. Tepat memilih DOC ayam kampung pedaging. Pastikan jenis DOC yang dipilih diketahui dengan jelas, apakah merupakan DOC ayam kampung asli (AKA) ataupun DOC ayam kampung super (joper). Karena saat ini terdapat dua jenis DOC ayam kampung yang beredar di pasaran.

2. Teknis budidaya Ayam Kampung Pedaging

Teknis budidaya ayam kampung pedaging dibagi menjadi dua periode, yaitu periode awal (masa brooding menggunakan pemanas) serta periode akhir (pembesaran).

A. Masa brooding

  • 1) Persiapkan kandang sebelum digunakan. Seluruh bagian kandang dicuci bersih menggunakan sabun terlebih dahulu, kemudian di bagian akhir diberikan desinfektan untuk mematikan seluruh kuman penyakit. Setelah itu, kandang dibiarkan hingga benar-benar kering, lalu dilakukan persiapan peralatan brooding.
  • 2) Pasang tirai ke seluruh bagian dinding kandang mulai bawah hingga atas agar benar-benar tidak ada angin yang dapat masuk ke dalam kandang.
  • 3) Taburkan sekam setebal 4 cm. awalnya sekam tidak perlu ditebarkan keseluruh bagian kandang tetapi hanya di bagian yang akan dipasang chick guard dan pemanas. Pada kandang panggung, sebelum ditebarkan sekam terlebih dulu diberi alas terpal agar sekam tidak jatuh ke kolong kandang.
  • 4) Pasang alas Koran di atas sekam minimal 2 lembar atau sebanyak 7-8 lembar agar dapat digunakan sampai sekitar satu minggu.
  • 5) Pasang chick guard sesuai jumlah DOC. Misalkan 3 m2 untuk 1.000 ekor DOC.
  • 6) Pasang pemanas tepat di tengah-tengah brooder agar panas merata. Nyalakan pemanas bohlam sekitar setengah hari (5-6 jam) sebelum DOC datang atau dimasukkan. Nyalakan pemanas sekitar 3 jam sebelum DOC datang.
  • 7) Siapkan pakan dan minum awal. Tempat minum berisi larutan air gula atau vitamin (vitachick) sudah tersedia sebelum DOC datang.
  • 8) Setelah DOC dimasukkan ke dalam brooder, 3 jam setelahnya dapat diberikan pakan awal dengan cara ditaburkan ke alas Koran.

B. Pemeliharaan harian masa brooding

  • 1) Pemberian pakan dilakukan sedikit demi sedikit dengan cara ditaburkan di alas Koran selama beberapa hari sampai 1 minggu. Sejak awal sampai dengan usia 21 hari atau satu bulan ayam kampung dapat diberikan pakan pur pabrikan. Setelah itu, dapat diberikan pakan racikan sendiri yang menggunakan komposisi pur dikombinasikan dengan jagung dan dedak ataupun membeli pakan alternatif khusus untuk ayam kampung pedaging yang mulai banyak diproduksi pabrikan pakan.
  • 2) Perhatikan kepadatan ideal DOC di dalam chick guard. Lebarkan chick guard secara berkala agar tidak terlalu padat. Berikut panduan kepadatan ayam kampung pedaging.

Tabel 1. Kepadatan Ideal Kandang Ayam Kampung Pedaging Sesuai Umur Ayam :

Umur DOC
Kepadatan kandang (ekor/m2)
1 hari
100
3-4 hari
75
1 minggu
50
2 minggu
25
3 minggu
15
4 minggu hingga panen
10
  • 3) Perhatikan suhu ideal di dalam kandang selama penggunaan pemanas. Suhu ideal ini penting agar ayam nyaman dan mau makan serta minum dengan maksimal. Berikut panduan kebutuhan suhu kandang ayam kampung pedaging.
    – Umur 1-7 hari suhu 32-35 derajat celcius
    – Umur 8-14 hari suhu 29-31 derajat celcius
    – Umur 15-21 hari suhu 27-29 derajat celcius
    – Umur 22-28 hari suhu 24-26 derajat celcius

Ayam yang merasa nyaman di kandang akan aktif bergerak, makan dan minum serta menyebar merata di dalam kandang.

  • 4) Perhatikan tirai kandang. Sejak 1-3 hari DOC, tirai kandang tidak dibuka sama sekali. Setelah itu tirai kandang dibuka sedikit demi sedikit mulai dari bagian atas hingga dapat dibuka seluruhnya setelah memasuki minggu keempat.
  • 5) Alas kandang berupa Koran diganti setiap hari agar tidak kotor dan becek.
  • 6) Lakukan program vaksinasi sebagai berikut.

Tabel 2. Program Vaksinasi pada Ayam Kampung Pedaging Masa Brooding :

Umur (hari)
Jenis Vaksin
Aplikasi
4
ND IB
Tetes mata
7
IBD/Gumboro
Tetes Mulut
21
IBD/Gumboro
Tetes Mulut
28
NC Avinew
Tetes Mata

C. Masa pembesaran

  • 1) Pada masa pembesaran, pakan diberikan 2 kali sehari yaitu pada pagi dan sore hari. Berikan pakan dengan jumlah yang mencukupi serta terjamin nutrisinya.
  • 2) Minum diberikan secara adlibitum (tersedia terus-menerus).
  • 3) Lakukan program vaksinasi pada masa pembesaran berupa vaksinasi ND IB pada umur ke 70 hai melalui tetes mata.

3. Kendala dan solusi

Dalam menjalankan usaha beternak ayam kampung pedaging ada beberapa kendala dan kondisi yang mungkin dihadapi. Berikut kendala dan kondisi serta solusinya:

a. Sulit mendapatkan DOC yang berkualitas. Kondisi ini biasanya dialami pembudidaya pemula. Solusinya dengan mencari informasi sebanyak mungkin para pembibit ayam kampung berkualitas melalui internet dan grup-grup peternak ayam kampung di dunia maya ataupun melalui peternak lain/kelompok ternak ke wilayah sekitar.

b. Harga pakan yang terus meningkat. Kendala ini sudah berhasil di siasati oleh peternak pembesaran ayam kampung di berbagai daerah dengan cara meracik pakan sendiri hingga harganya terjangkau. Pakan alternatif untuk ayam kampung juga mulai marak dijual sehingga dapat menekan biaya pakan selama pemeliharaan.

c. Serangan penyakit. Solusinya dengan menjalankan program vaksinasi sesuai jadwal dan tepat agar vaksinasi tidak mengalami kegagalan (gagal vaksin). Baca juga: Cara Memulai Usaha Budidaya Ayam Ras Petelur

d. Kesulitan pemasaran. Selain sebagai pembudidaya, peternak memang dituntun harus pandai memasarkan produklnya agar tidak hanya mengandalkan pengepul dan ayam hasil panennya dihargai murah. Melakukan pemasaran bersama kelompok ternak atau sesama peternak di wilayah sekitar. Menawarkan ayam hasil panen langsung ke pembeli akhir (rumah tangga, rumah makan, katering, restoran) juga dapat ditempuh peternak agar mendapatkan margin yang maksimal dari hasil pembesaran ayam kampungnya.

4. Trik jitu budidaya dan binis

a. Menjalin kerjasama yang baik dengan para pembibit ayam kampung untuk memudahkan ketersediaan DOC. Apabila sudah memiliki jadwal tepat waktu untuk memasukkan DOC, segera dapat diinformasikan kepada pembibit untuk menyediakan DOC-nya.

b. Memastikan pertumbuhan ayam merata pada masa brooding dan pembesaran. Caranya dengan menjaga suhu sesuai dengan kebutuhan ayam (pada masa boording) dan kondisi kandang serta kepadatan yang sesuai sehingga ayam nyaman, pertumbuhan merata, dan dapat dipanen serentak.

c. Senantiasa memberikan pakan dengan jumlah dan nutrisi yang sesuai dengan kebutuhan ayam agar pertumbuhan maksimal, ayam tidak kuntet, dan mencegah terjadinya kanibalisme.

d. Menjaga kebersihan kandang. Kandang tidak becek dan bau agar ayam senantiasa sehat dan potensi terkena penyakit kecil.

e. Hindari keluar-masuknya orang yang tidak berkepentingan ke dalam atau sekitar area kandang. Selain menjaga ayam tetap nyaman, juga untuk menghindari kemungkinan orang yang datang membawa bibit penyakit bagi ayam, terutama apabila ayam tersebut dari kandang yang lain.

f. Hindari unggas sejenis baik sesame ayam kampung ataupun bebek/itik dari luar masuk ke dalam area peternakan karena berpotensi juga membawa bibit penyakit. Oleh karena itu, sebaiknya lokasi peternakan memiliki pembatas atau pagar.

g. Usahakan untuk memanen ayam dalam satu kandang dalam waktu bersamaan untuk memudahkan pembersihan kandang secara menyeluruh (masa kotong kandang) dan memulai periode berikutnya.

h. Mengusahakan dapat panen secara rutin misalkan panen 1, 2, atau 3 minggu sekali sehingga dapat rutin memasok pasar akhir (rumah makan, kateing, restoran) tanpa tergantung kepada pengepul. Agar dapat panen rutin maka harus memiliki beberapa buah/sekat dan chick in DOC secara berkala juga.

i. Selain menjual ayam panen dalam bentuk hidup, beberapa peternak mulai berinovasi dengan memotong ayamnya sendiri kemudian mengolahnya menjadi ayam kampung preto/ungkep siap goring/bakar. Inovasi ini dapat meningkatkan margin ketimbang menjual ayam kampung hidup hingga 2-3 kali lipat.

5. Analisis usaha ayam kampung pedaging (DOC-panen)

Asumsi:

  • a. Usaha dimulai dengan membeli DOC ayam kampung pedaging dari peternakan lain.
  • b. Jumlah DOC yang dibesarkan 1.000 ekor.
  • c. Luasan kandang yang diperlukan 100 m2 (lebar 4-7 m dan panjang kandang menyesuaikan kondisi lahan).
  • d. Satu periode pembesaran selama 70-75 hari (2,5 bulan).
  • e. Satu siklus budidaya selama 90 hari (3 bulan) termasuk kosong kandang dan persiapan masuk DOC berikutnya. Jadi, dalam satu tahun ada 4 periode.
  • f. Mortalitas atau tingkat kematian 5%.
  • g. Bobot panen rata-rata 830 g per ekor.
  • h. FCR (feed conversion ratio) 2,7 sehingga untuk bobot panen ayam rata-rata 830 g maka pakan yang dibutuhkan sekitar 2,3 kg/ekor sampai panen.
  • i. Pakan yang digunakan complete feed dan pakan adukan sendiri.
  • j. Lahan milik sendiri dan peternakan dikelola sendiri oleh pemilik.

Mungkin hanya itu uraian tentang cara beternak ayam kampung pedaging dan analisis usaha yang dapat kami tuliskan pada artikel kali ini. Semoga uraian diatas bisa bermanfaat dan dapat membantu anda yang ingin menjalankan usaha ternak ayam kampung pedaging. Semoga sukses.

Bagikan Artikel ini :
tags: , , ,

JANGAN LEWATKAN: