Cara Memulai Usaha Budidaya Ayam Ras Petelur (layer)


Usaha Budidaya Ayam Ras Petelur atau Layer termasuk jenis usaha peternakan yang juga menjanjikan dan menguntungkan saat ini selain ayam ras pedaging. Sebagaimana sudah kami bahas pada artikel sebelumnya tentang cara memulai usaha budidaya ayam ras pedaging atau broiler.

Cara Memulai Usaha Budidaya Ayam Ras Petelur (layer)

Sebagaimana kita ketahui bahwa kebutuhan masyarakat akan telur ayam ras sangat tinggi. Selain memiliki protein yang tingi telur juga mudah di olah sebagai lauk. Tidak hanya itu telur ayam juga banyak digunakan sebagai campuran adonan dalam membuat berbagai jenis kue. Tidak heran jika menjelang hari-hari besar permintaan telur ayam sangat tinggi dan harganya pun melonjak naik, misalnya saja ketika bulan ramadhan dan menjelang lebaran.

Tinggi permintaan akan telur ayam ras di masyarakat membuat peluang usaha budidaya ayam ras petelur (layer) sangat menjanjikan. Tidak heran bila kemudian banyak orang memulai usaha ternak ayam ras petelur.

#. Cara Memulai Usaha Budidaya Ayam Ras Petelur

Bagi anda yang ingin menjalankan usaha ternak budidaya ayam layer ada beberapa persiapan yang perlu anda lakukan. Berikut cara memulai usaha budidaya ayam ras petelur atau layer yang perlu anda ketahui agar usaha anda bisa berjalan dengan baik dan sukses.

1. Persiapan usaha Ayam Layer

Sebelum memulai usaha ayam layer ada beberapa hal yang perlu anda siapkan misalnya kandang, DOC, pakan, dll. berikut penjelas lengkapnya:

a. Persiapan lokasi usaha yang sesuai, kriterianya antara lain cukup jauh dari permukiman, diperkirakan tidak akan ramai oleh permukiman dalam waktu dekat, mudah dijangkau, relatif aman, serta berada di ketinggian atau tanah yang datar (bukan berada di lembah atau cekungan) untuk sirkulasi udara yang baik. Selain itu dipastikan ketersediaan air di lokasi sepanjang tahun.

b. Persiapan kandang baterai petelur (asumsinya usaha dimulai dengan membeli pullet siap diproduksi ) dengan jumlah sesuai populasi.

c. Persiapan kandang utama (kandang penaung kandang baterai).

d. Persiapan DOC atau pullet (calon petelur).

e. Persiapan pakan pabrikan khusus petelur, vitamin, vaksin, dan obat-obatan.

f. Persiapan probiotik dan herbal apabila ingin mengaplikasikan penggunaan probiotik dan herbal di farm.

2. Teknis budidaya Ayam Ras Petelur

Ada beberapa tahapan teknis budidaya ayam ras petelur yang tentunya wajib anda ketahui yakni sebagai berikut:

a. Tahapan usia layer 0-6 minggu: starter; 6-16 atau 18 minggu: grower (pullet); 16 atau 18 minggu-afkir; produksi (layer).

b. Pemberian pakan pabrikan berkualitas sesuai tahapan umur ayam, yaitu pemberian pakan starter, grower, dan pakan layer. Pada masa starter awal pemeliharaan, pakan dapat diberikan beberapa kali dalam sehari sedikit demi sedikit. Memasuki masa grower dan produksi pakan diberikan dua kali sehari.

c. Pemindahan pullet ke kandang baterai petelur dilakukan pada usia 12-16 minggu sebagai adaptasi sebelum ayam mulai bertelur. Layer mulai bertelur pada usia 18 minggu.

d. Konsumsi ransum pakan petelur berkisar 80-100 g/ekor/hari dengan kandungan protein 21,2-17%. Konsultasikan dengan pembibit atau sumber pullet untuk mengetahui kebutuhan pasti asupan pakan dan nilai nutrisi karena terdapat beberapa jenis layer.

e. Minum selalu tersedia secara adlibitum mulai tahap starter sampai afkir.

f. Pelaksanaan program vaksinasi harus dilakukan dengan ketat karena masa pemeliharaan layer cukup panjang sehingga produksi tidak terganggu.

g. Penyinaran pada layer berperan untuk pembentukan telur, membunuh kuman, dan pembentukan vitamin D. Kaitannya dengan kondisi telur, ayam membutuhkan 16-17 jam waktu penyinaran dengan atau lampu pijar diperlukan jika inar matahari tidak tampak dengan normal, misalnya hujan, mendung, atau malam hari.

Berikut ini adalah intensitas cahaya yang dibutuhkan ayam petelur:

  • Umur 7-12 minggu, dibutuhkan intensitas cahaya 12 jam
  • Umur 12-14 minggu, dibutuhkan intensitas cahaya 13 jam
  • Umur 14-16 minggu, dibutuhkan intensitas cahaya 14 jam
  • Umur 16-18 minggu, dibutuhkan intensitas cahaya 15 jam
  • Umur 18-21 minggu, dibutuhkan intensitas cahaya 16 jam
  • Umur 21-afkir, dibutuhkan intensitas cahaya 16-17 jam

h. Panen dapat dilakukan 2-3 kali dalam sehari, yaitu pada pagi hari sekitar pukul 10:00; siang hari pada pukul 12:00; dan pada pukul 14:00. Pada saat panen, dapat sekaligus dilakukan penyortiran telur yang pecah, retak, atau kotor.

3. Kendala dan solusinya yang Mungkin dihadapi

Dalam setiap usaha kendala sesuatu hal yang biasa terjadi, namun itu merupakan sebuah tantangan dan jangan dijadikan sebagai penghambat untuk sukses. Begitu juga dalam usaha budidaya ayam layer misalnya Bobot badan pullet melebihi standar hingga menghambat produktivitas. Solusinya dengan mengatur aupan pakan dari jumlah dan kandungan nutrisinya agar produksi bisa optimal. Standar bobot pullet adalah pada usia 13 minggu: 1,1-1,14 kg/ekor; usia 14 minggu: 1,175-1,23 kg/ekor; usia 15 minggu: 1,27-1,32 kg/ekor, dan usia 16 minggu : 106-112 kg/ekor.

4. Trik jitu budidaya dan bisnis Ayam Layer

a. Peternak pemula terutama yang memiliki modal besar dan belum mengusai keterampilan pemeliharaan DOC layer dapat memulai usaha layer dengan membeli pullet dari pada memelihara sejak DOC. Dengan membeli pullet, produksi bisa segera berjalan.

b. Sementara, peternak yang sudah menguasai pemeliharaan layer sejak DOC bisa memulai usaha dengan membeli DOC layer. Syaratnya antara lain, menguasai manajemen pemeliharaan sejak DOC hingga pullet ketersediaan lahan yang mencukupi karena pemeliharaannya harus terpisah dari layer untuk menghindari penyebaran ataupun penularan penyakit, memiliki tenaga kerja dan perlengkapan ternak yang mencukupi dan ideal.

c. Peternak layer sebaiknya bergabung dengan komunitas peternak untuk mengetahui informasi-informasi terbaru mengenai peternakan layer serta uptade harga setiap harinya melalui Pinsar (pusat informasi pasar).

d. Masa afkir layer sebaiknya disesuaikan dengan momen khusus sehingga layer afkir yang dijual harganya cukup baik (tinggi). Misalkan diafkir pada saat menjelang hari raya.

5. Analisis usaha ayam layer

a. Usaha dimulai dengan membeli pullet siap bertelur.
b. Jumlah pullet sebanyak 100 ekor.
c. Kebutuhan pakan per hari 11 kg. biaya pakan per kg Rp 5.300 menggunakan kombinasi konsentrat, beras jagung, dan bekatul.
d. Satu periode produksi (pullet-afkir) selama 3 tahun (1.080 hari).
e. Usaha dijalankan sendiri oleh pemilik.

Demikianlah uraian mengenai cara memulai usaha budidaya ayam ras petelur atau layer yang menjanjikan ini. Semoga saja bisa bermanfaat terutama buat kamu yang ingin menjalankan usaha di bidang peternakan seperti bisnis ayam layer sebagai usaha rumahan.


Bagikan Artikel ini :
tags: , ,

JANGAN LEWATKAN: