Hindari 7 Hal Ini Jika Tidak Ingin Gagal Dalam Berbisnis


Gagal dalam berbisnis dirasa wajar jika dialami oleh pemula. Meskipun kegagalan dalam berbisnis juga dapat ditoleransi asal kesalahan yang mengakibatkan kegagalan masih dianggap wajar. Namun jangan kemudian terlena dengan kegagalan yang terus dihadapi.

Hindari Empat Hal Ini Jika Tidak Ingin Gagal Dalam Berbisnis

Banyak pemula yang menjalankan bisnis dengan kesuksesan. Hendaknya jika Anda berniat untuk menjalankan bisnis, sebaiknya pupuk motivasi bisnis dalam diri Anda dengan matang. Tidak ada salahnya belajar dari kegagalan orang lain. Sehingga harapannya adalah Anda tidak terjebak melakukan kesalahan yang sama.

1. Modal Bisnis Tidak Cukup

Kegagalan yang dialami pemula dalam memulai bisnis adalah tidak cukupnya modal. Ketika mereka sudah mengerjakan sebagian tahapan bisnis, tiba-tiba baru menyadari modal bisnis sudah habis. Padahal produk saja belum terbeli semua, tahu-tahu modal habis. Sehingga membuat pemula harus sudah mengalami kegagalan dalam berbisnis meskipun belum dimulai.

Dalam memulai bisnis diharapkan para pelaku bisnis sudah melakukan rincian perkiraan modal yang diperlukan. Sehingga menjadi tahu berapa besar modal yang diperlukan untuk menjalankan bisnis tersebut. Berbicara mengenai modal, hendaknya Anda sudah memiliki modal untuk berbisnis. Usahakan tidak berhutang. Jika memang mengharuskan untuk berhutan, maka carilah pinjaman melalui bank. Kini ada banyak bank yang menawarkan pinjaman untuk pelaku bisnis kecil-kecilan.

2. Tidak Menghitung BEP

BEP atau Break Even Point adalah bagian yang tidak boleh dilupakan oleh pelaku bisnis. Sebagai pemula, Anda harus tahu BEP bisnis Anda. BEP ini untuk mengetahui kapan bisnis Anda akan balik modal. BEP juga untuk menentukan berapa pantasnya produk bisnis dijual di pasaran. Kegagalan pemula dalam berbisnis adalah mereka seakan tidak peduli dengan BEP. Alasannya tidak mengetahui cara menghitungnya. Jika Anda memang kurang paham dengan BEP, mintalah bantuan kepada kerabat yang ahli dalam perhitungan BEP. Sebuah bisnis dikatakan wajar dan dapat berjalan sukses asalkan dapat balik modal dalam kurun waktu sekitar satu sampai dua tahun bisnis berjalan.

3. Manajemen Bisnis Mengalami Kekacauan

Bisnis yang gagal adalah bisnis yang kurang cakap dalam mengelola manajemen. Bisnis yang kacau karena pemilik bisnis tidak melakukan rekap data dengan baik. Mulai dari pemasukan dan pengeluaran. Padahal setiap hari perlu dilakukan rekap data bisnis. Sehingga jelas berapa banyak uang yang masuk dan dikeluarkan.

Jika menajemen bisnis awalnya sudah tidak baik, maka akan menyulitkan saat tutup buku. Tidak ada rekap data yang jelas. Anda tidak mengetahui apakah pemasukan lebih besar daripada pengeluaran. Sehingga agar Anda terhindar dari kegagalan dalam berbisnis, maka lebih baik mengatur manajemen bisnis sejak awal. Aturlah dengan baik. Jangan malas untuk melakukan rekap data.

4. Lemah Dalam Riset Pasar

Seorang pelaku bisnis perlu melakukan riset pasar untuk menentukan apakah ide bisnisnya dapat berjalan atau tidak. Sayangnya, para pemula sering mengabaikan riset pasar atau lemah dalam melakukan riset pasar. Mereka hanya melihat secara sekilas bahwa pesaing mereka hanya sedikit. Namun kenyataannya banyak dan tersebar di mana-mana.

Sebagai contoh, ada pelaku bisnis yang tertarik menjalankan bisnis ayam goreng. Orang tersebut menganggap banyak tempat kos di lokasi tersebut dan setiap pelaku bisnis yang menjalankan bisnis ayam goreng, pasti laris-manis. Sayangnya, pelaku bisnis tersebut hanya menyimpulkan bahwa bisnis ayam goreng akan laris. Tidak melihat bahwa sudah ada sepuluh penjual ayam goreng yang tersebar secara acak di lokasi tersebut.

alhasil, ketika membuka bisnis ayam goreng, sepi pembeli. Untuk itu, Anda harus mau dan berusaha keras untuk melakukan riset pasar. Jika perlu beli produk bisnis yang mirip dengan ide bisnis Anda. jika Anda memang ingin menjual ayam goreng, maka belilah ayam goreng tersebut. Nilai dari rasa, harga, dan juga kelebihannya. Kemudian pastikan bahwa penjual ayam goreng tersebut memang masih sedikit di lokasi pasar yang Anda bidik.

5. Mudah frustrasi

Memiliki bisnis sendiri berarti Anda harus siap menghadapi kondisi ketidakpastian. Berbeda dengan saat menjadi karyawan yang bekerja di dalam sebuah sistem yang sudah jadi. Menjadi pebisnis berarti Andalah yang harus menciptakan sistem itu, merawat dan mengembangkannya agar roda bisnis terus berjalan.

6. Ingin kaya dengan cepat

Membangun bisnis sendiri agar jadi orang kaya, sah-sah saja. Namun, selalu ingat, tidak ada kesuksesan yang terjadi dalam semalam saja. Kisah sukses para pengusaha yang hebat adalah hasil dari proses panjang yang tidak mudah, mulai belasan sampai puluhan tahun. Siapkan kesabaran dan ketekunan membangun serta membesarkan bisnis karena Tidak ada kekayaan yang instan.

8. Memasang target yang tidak realistis

Memiliki target sangatlah penting agar bisnis Anda bisa lebih cepat berkembang dan memiliki arah tujuan spesifik. Namun, hindari membuat target yang tidak realistis. Sebuah target haruslah terukur, akuntabel, realistis dan memiliki target waktu yang spesifik. Misalnya, Anda menargetkan target penjualan setiap bulan tumbuh 15 persen dengan evaluasi tiap triwulan. Angka 15 persen masih masuk akal untuk usaha yang baru berkembang.

Itulah 7 hal yang harus dihindari dalam berbisnis sebab anda akan memperoleh kegagalan yang sangat fatal jika dilakukan oleh pelaku bisnis bahkan pemula. Untuk itu, Anda harus menghindarinya agar bisnis yang dijalankan dapat berjalan pasti dan sukses. Jangan terburu-buru ingin memiliki bisnis atau ingin memperoleh untung besar. Perlahan tetapi pasti itu yang paling penting dalam menjalankan bisnis bagi pemula tanpa harus ada kegagalan.

Bagikan Artikel ini :

JANGAN LEWATKAN: