Prospek dan Peluang Bisnis Pernak-Pernik Natal dan Tahun Baru


Menilik Prospek dan Peluang Bisnis Pernak-Pernik menjelang Natal dan Tahun Baru yang menjanjikan. Moment Natal bagi orang yang beragama nasrani tentunya menjadi moment yang paling spesial dan berharga, sehingga tak heran jika setiap orang akan melakukan berbagai persiapan untuk merayakannya.

Bisnis Pernak-Pernik Natal dan Tahun Baru

Gambar: Peluang Bisnis Pernak-Pernik menjelang Natal dan Tahun Baru

Nah, salah satu hal wajib yang dilakukan ketika moment Natal adalah menghias pohon Natal serta mendekorasi rumah dengan tema tertentu. Tak hanya itu saja, mengingat hari Natal berdekatan dengan tahun baru, tentunya moment ini lebih menyenangkan, sehingga tak heran jika berbagai persiapan akan dilakukan.

Untuk menghias pohon Natal dan mendekorasi rumah tentunya membutuhkan pernak-pernik, dan hal tersebutlah yang menjadikan bisnis pernak-pernik menjelang Natal dan tahun baru menjadi bisnis yang sangat menjanjikan. Sama seperti bisnis kue menjelang Natal, bisnis pernak-pernik Natal dan tahun baru pun memiliki prospek dan peluang yang sangat menjanjikan. Bahkan potensi keuntungan dari bisnis pernak-pernik Natal ini pun sangat positif, bisa dikatakan peminatnya tidak akan susut.

Apalagi jika Ada mampu membuat ragam pernak-pernik Natal dan tahun baru yang beragam dan unik, seperti pohon Natal, ornamen-ornamen untuk pohon Natal, hiasan kamar, hiasan rumah, hiasan sekolah hiasan kantor, atau hiasan Natal untuk di kafe.

Untuk menghasilkan keuntungan yang banyak, maka berkreasilah serta melihat peluang apa yang kiranya pernak-pernik Natal yang bisa dimodifikasi atau dibuat lebih menarik untuk dijual. Atau bahkan jika perlu juga harus bisa menciptakan berbagai pernak-pernik baru yang desain sendiri. Contohnya, boneka Santa Claus, casing handphone atau hiasan rumah unik seperti sarung bantal sofa hingga dan alas meja yang berhiaskan tema Natal.

Bagaimana Menjalankan Bisnis Pernak-Pernik Natal dan Tahun Baru?

Bagi Anda yang telah menjalani bisnis pernak-pernik sejak lama, tentunya untuk menjalankan bisnis ini merupakan hal yang mudah. Dimana Anda hanya perlu mencari pemasok ornamen Natal yang akan dijual. Nah bagi Anda yang ingin mencari pemasok pernak-pernik, perhatikan beberapa hal berikut ini:

1. Carilah Produk yang Hand Made
Meski tidak diproduksi sendiri, pernak-pernik utama yang harus Anda cari adalah yang hand made. Mengapa demikian? Sebab, umumnya pernak-pernik hand made memiliki nilai estetika yang lebih baik, sehingga akan lebih banyak konsumen yang memilihnya. Selain itu, produk hand made biasanya juga memiliki nilai jual yang tinggi, sehingga keuntungan yang didapatkan akan semakin banyak.

2. Cari Supplier yang Terpercaya
Meski hanya sebuah bisnis pernak-pernik, tentunya supplier yang akan diajak kerja sama harus terpercaya. Yang dimaksud terpercaya adalah, mampu memberikan produk yang berkualitas dan hasil hand made. Selain itu, terpercaya disini artinya juga supplier yang bisa diajak kerja sama dengan baik.

3. Berkualitas Namun Harga Terjangkau
Ya, mencari pernak-pernik yang berkualitas dan bagus dengan harga murah memang hal yang sulit, sebab seperti kata pepatah ‘ada harga ada rupa’. Namun itu tentunya bukan masalah besar, sebab jika Anda jeli dalam mencarinya, tentunya bisa menemukan dengan mudah.

Menjalankan bisnis pernak-pernik Natal dan tahun baru memang merupakan hal yang sangat mudah, apalagi jika Anda telah berbisnis dalam hal pernak-pernik sejak lama.
Lalu bagaimana jika Anda ingin membuat pernak-pernik yang dibuat sendiri? Jika Anda mampu membuat pernak-pernik Natal dan tahun baru sendiri tentunya akan lebih menguntungkan. Sebab pada dasarnya bahan-bahan yang digunakan untuk membuat pernak-pernik lebih murah. Apalagi jika itu hasil hand made Anda sendiri tentunya harga jualnya akan lebih tinggi.

Apa Saja yang Dibutuhkan?

Bagi Anda yang ingin mendesain pernak-pernik sendiri, maka perlu mempersiapkan berbagi peralatan, diantaranya:

  • Manik-manik, yang paling utama.
  • Peralatan untuk mendesain aksesoris, seperti tang, kenur karet, benang karet, kaitan, lem tembak, atau alat lainnya yang digunakan untuk membuat.
  • Rak atau kaitan besi untuk menggantung aksesoris yang akan dijual.
  • Dan bila ingin berjualan secara keliling, maka perlu mempersiapkan gerobak dorong.
  • Jika berminat membuat lapak kaki lima, maka siapkan plastik terpal yang ukuran kecil untuk lesehan.
  • Jangan lupa, siapkan label harga untuk mencantumkan harga dari masing-masing produk jual.
  • Plastik transparan dengan berbagai macam ukuran, yang akan digunakan untuk mengemas ulang pernak-pernik aksesoris, stapler, serta keranjang tempat meletakan aksesoris untuk pembeli bila Anda membuka toko atau lapak.
  • Plastik transparan kecil atau kantong plastik tentunya dibutuhkan untuk mengemas produk yang dibeli pelanggan
  • Tas untuk menaruh barang dagangan.

Analisis Usaha Pernak-Pernik Natal dan Tahun Baru Secara Singkat

Investasi awal, bila penjualan dilaksanakan di rumah atau toko, maka modal yang diperlukan adalah:
Etalase panjang, Rp. 400.000
Rak panjang, Rp. 400.000
Keranjang, Rp. 100.000
Wallpaper atau aksesoris dinding untuk memperindah ruangan, Rp. 200.000
Peralatan, seperti tang, benang jahit, dan lainnya Rp. 100.000
Maka total biaya yang dibutuhkan sebanyak Rp. 1.200.000.

Perhitungan Laba/Rugi per bulan
Jika dikatakan per hari hanya terjual 15 item saja, dengan harga Rp. 3.000, maka akan didapatkan perhitungan 15 item x 30 hari x Rp 3.000= Rp. 1.300.000. Pendapatan tersebut dihitung dengan modal awal:
Peralatan, sebesar Rp. 500.000
Bahan, seperti manik-manik, lem, benang, atau lainnya Rp. 300.000,-
Berbagai plastik Rp. 100.000,-
Dengan biaya penyusutan Rp. 25.000,-

Jadi total modal yang dibutuhkan adalah Rp. 925.000,
Untuk perhitungan laba dan rugi dari asumsi pendapatan dan modal tersebut maka menggunakan rumus Laba / Rugi = Pendapatan – Beban-beban. Maka didapatkan Rp 1.350.000 – Rp 925.000 = Rp 425.000. Dengan demikian, dapat disimpulkan akan terjadi balik modal di 3 bulan pertama, dengan asumsi pemasukan per hari sebesar Rp 45.000. Sangat menguntungkan bukan?

Tips Melejitkan Omzet Penjualan Pernak-Pernik Natal dan Tahun Baru

Dengan perhitungan untung dan rugi tersebut, sebenarnya setiap bulannya Anda bisa melakukan penambahan produk pernak-pernik Natal dan tahun baru yang siap jual. Hal ini tentunya juga harus dibarengi dengan sistem titip jual barang dagangan, paling tidak dengan 3 toko yang potensial. Dan minimal penjualan yang didapatkan setiap tokonya harus 30 item per bulan. Untuk analisisnya yakni:

Modal

  • Rak panjang 3 x Rp 50.000 = Rp 150.000,-
  • Kemasan aksesoris 30 x Rp 500 = Rp 15.000,-
  • Proyeksi tambahan pendapatan dari 3 toko :
  • 30 x @ 15.000 : Rp. 150.000,-
  • 30 x @ 10.000 : Rp. 100.000,-
  • 30 x @ 7.500 : Rp. 75.000,-

Dari data tersebut, jika hanya mengambil Rp. 3.000 saja, maka keuntungan bersih yang akan didapatkan adalah 80% x Rp 3.000 x 90 = Rp 216.000 (Bila laku 80%)

Bagaimana, sangat menjanjikan bukan bisnis pernak-pernik Natal dan tahun baru? Sebagai tambahan, biasanya orang lebih mengutamakan harga dalam memilih barang.

Dengan demikian, pasanglah harga yang kompetitif untuk produk yang akan dijual. Namun tetap ingat, meski harga yang dibanderol lebih murah, kualitas tak boleh lebih rendah dari lainnya. Sebab setiap konsumen pasti akan mencari pernak-pernik Natal dan tahun yang berkualitas dengan harga yang murah.

Bagikan Artikel ini :
tags: , ,

JANGAN LEWATKAN: